Sabtu, 2 Mei 2026, pukul : 06:42 WIB
Surabaya
--°C

Joko Widodo (Memang) Presiden Paling Kece

KEMPALAN: Presiden Joko Widodo (Jokowi), memang kece. Mungkin ia bisa disebut Presiden RI terkece, bahkan Presiden terkece se-dunia. Lho, kenapa kok disebut demikian?

Belum ada Presiden RI setidaknya yang setiap menjelang atau saat hari kemerdekaan tampil dengan tampilan beda. Jokowi selalu tampil dengan pakaian daerah. Kemarin, Senin (16/08), saat Sidang Tahunan MPR/DPR 2021, ia tampil dengan pakaian adat Baduy (Banten).

Jokowi setidaknya berhasil memperkenalkan pakaian adat yang dipakainya pada khalayak. Tidak banyak dari kita yang tahu sebelumnya pakaian adat Baduy itu setidaknya kayak apa. Tentu juga pakaian daerah/adat sebelumnya yang pernah dipakainya.

Memang belum ada sebelumnya Presiden RI yang mengambil terobosan mengenalkan pakaian adat, sebagaimana yang dipilih Presiden Jokowi. Setidaknya ia berani tampil yang tidak biasa. Meski terkadang tampak dipaksakan, ia berani menjadi model meski terkadang jadi bahan tertawaan.

Pakaian adat nusantara itu jumlahnya bisa ratusan banyaknya. Jika harus digilir–pastilah jabatan Beliau meski harus menjadi 3 periode atau jabatannya ditambah sesukanya, itu dimungkinkan jika amandemen UUD 1945 dibuka kembali–pastilah giliran pakai masing-masing pakaian adat itu tidak mungkin bisa digilir dipakainya. Rasanya waktunya kurang dengan menggilir satu persatu.

Kecenya Presiden Jokowi itu sayang tidak sampai menyasar pada kepeduliannya pada suku/komunitas adat yang ada. Belum pernah dengar keberpihakannya yang serius pada suku-suku yang ada. Atau setidaknya suku yang diwakili dengan memakai pakaian adatnya, itu serius diperhatikan keberadaannya.

Kece Presiden Jokowi hanya sampai pada sekadar memperkenalkan pakaian adat saja, belum sampai menyentuh kerja-kerja serius yang dilakukan. Bisa dikata sekadar lip service, sekadar menyenangkan, ini lho pakaian adat Baduy itu. Setelah itu selesai, dan seperti biasanya terlupakan.

Memang menjadi lumayan juga, setidaknya kita tahu, bahwa pakaian adat yang dikenakan Presiden Jokowi itu dari daerah tertentu. Soal ini, sekali lagi, Presiden Jokowi memang kece. Tampil apa adanya, meski (maaf) tidak lalu menjadikan pakaian adat yang dikenakannya menjadi menarik. Biasa-biasa saja, tidak ada lebih-lebihnya. Dan itu wajar, kan Presiden Jokowi memang bukanlah seorang model yang ganteng menawan.

Presiden Jokowi tampil apa adanya, itu tentunya ia ingin disebut sebagai Presiden Indonesia, setidaknya dengan ia memakai baju adat nasional itu. Presiden Jokowi berhasil menyenangkan suku tertentu, tentu jika pakaian adatnya dipakai. Dan yang lain agar bersabar menunggu giliran.

Ali Mochtar Ngabalin dan Presiden Jokowi ber-selfie.

Tidak persis tahu menggilirnya bagaimana, bisa jadi dengan cara dikocok seperti arisan. Dan saat ini giliran suku Baduy yang dapat “arisan” dipakai pakaian adatnya. Apakah suku Baduy itu senang bahagia pakaian adatnya dipakai orang nomor satu di Indonesia, tidak ada yang tahu.

Tapi setidaknya ada rasa gembira, bahwa sukunya masih diingat ada. Harapan yang lebih tentu adanya perhatian pemerintah pusat dalam memberdayakan suku-suku yang ada. Tidak berharap cuma sekadar dipakai kece-kecean agar tampak beda.

Oh iya, siapa sih pengatur skenario kecenya Presiden Jokowi dengan memakai pakaian adat itu, gak persis tahu siapa orangnya. Saya tidak yakin jika “arahan” itu muncul dari Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP). Lho kok lalu nyerempet Ngabalin? Ya kan beliau memang seolah ahli pada semua hal. Maka tidak salah jika orang lalu menduga, bahwa kecenya Jokowi itu karena arahannya. Tapi maaf, sekalipun dugaannya demikian, saya tetap tidak percaya.

Merdeka… 76 Tahun Usia Indonesia. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.