Selasa, 28 April 2026, pukul : 10:58 WIB
Surabaya
--°C

Perusahaan Minta Pemerintah Thailand Perbolehkan Impor Vaksin Secara Bebas

BANGKOK-KEMPALAN: Presiden Federasi Industri Thailand (FTI) Suphan Mongkolsutee mengatakan, sebuah komite bersama dari tiga organisasi sektor privat minta bertemu dengan Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha untuk mendiskusikan cara yang bisa memperbolehkan sektor privat bebas mengimpor vaksin Covid-19.

Hal ini disampaikan Suphan pada Rabu (11/8). Organisasi ini berisikan Kamar Dagang Thailand dan Asosiasi Pekerja Bank Thailand.

“Kami ingin mendesak pemerintah untuk mengizinkan perusahaan swasta mengimpor vaksin Covid-19 secara bebas tanpa harus melalui otoritas pemerintah untuk mempercepat tingkat vaksinasi negara dan memberikan lebih banyak pilihan vaksin kepada masyarakat,” kata Suphan.

Saat ini, Pusat Administrasi Situasi Covid-19 pemerintah menetapkan bahwa hanya lima lembaga yang dapat mengimpor vaksin, yaitu Departemen Pengendalian Penyakit, Organisasi Farmasi Pemerintah, Institut Vaksin Nasional, Masyarakat Palang Merah Thailand, dan Akademi Kerajaan Chulabhorn.

“Selanjutnya, Food and Drug Administration (semacam BPOM) perlu menyetujui semua jenis vaksin yang ada dalam Daftar Penggunaan Darurat Organisasi Kesehatan Dunia sehingga kami dapat mengimpornya untuk digunakan di Thailand tanpa harus menunggu produsen vaksin mendaftar terlebih dahulu,” tutur presiden FTI itu.

“Tanpa impor vaksin Covid-19 secara gratis, tidak mungkin mencapai target 100 juta dosis hingga akhir tahun,” tegasnya seperti yang dikutip Kempalan dari The Nation Thailand.

Ia membandingkan, dimana di bawah pesanan dari pemerintah, negaranya hanya dapat 300.000 dosis per hari, sementara agar target vaksinasi bisa tercapai maka dibutuhkan 500.000 hingga 600.000 dosis per hari.

Komite bersama juga berencana untuk membahas kemungkinan mengendalikan harga alat tes antigen tidak lebih dari THB100 (sekitar 40 ribu rupiah) masing-masing untuk mempromosikan pengujian yang lebih luas dan meringankan beban keuangan masyarakat.

“Kami telah mengirimkan surat permintaan pertemuan dengan perdana menteri dan mengharapkan tanggapan segera,” tambah presiden FTI. (TNT, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.