Hamid Abud Attamimi
Aktivis Dakwah dan Pendidikan, tinggal di Cirebon
KEMPALAN: Awal Tahun Baru Hijriah, menjadi kelaziman kita memancang harapan dan tekad baru. Tidaklah salah, selama itu harapan dan tekad bagi kemaslahatan diri dan umat, itulah “komitmen perjuangan”.
Pikirkanlah yang terbaik untuk apa pun yang akan kita lakukan, baik pada orang tua, dan pada siapapun yang memang patut kita hormati dan sayangi. Begitulah kita menanam, dan begitulah kita akan memanen.
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ
“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)-Nya.
Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)-Nya.”
(Q.S. Az Zalzalah: 7-8).
Berhati-hatilah pada sikap dan ucapan, karena tak semua orang mampu mengungkap apa yang dirasakannya, itu ketika mereka merasa tak nyaman dengan ucapan dan perilaku kita.
Tanaman Cinta memang bermula di hati, tapi buahnya pada amalan, maka hidup adalah kesempatan. Namun, kesempatan sering tercipta setelah kita berani menghadapi tantangan.
Cinta tak akan pernah tumbuh pada hati yang keras. Hati yang tak menyemai empati, disana cuma meranggas kesombongan dan kebanggaan.
Kelembutan dan kesantunan tampak pada mata yang tak pernah memandang rendah sesama, sekalipun mereka tak seberuntung kita dalam mengecap pendidikan, dan lidah yang tak kering pada mendoakan sesama agar beroleh hidayah-Nya.

Mereka yang baik bukan yang hidup dirumah ketakwaan sendirian dengan perabotan amal sholeh di setiap sudut dan lekuk kiprahnya. Hidup adalah bekerja, berbagi, melayani, mengingatkan, mengajak, memberi khabar, itulah syukur, yang didalamnya ada ikhtiar, sabar dan tawakal.
Allahyarham Buya Hamka pernah berujar, “Jika cuma bekerja, maka kerbau di sawah pun bekerja.”
Rasulullah ShallAllah Alaihi Wassalam bersabda: “Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.” (H.R. Bukhari-Muslim).
اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ….
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri…”
(Q.S. Al Israa: 7).
Jika kita tak mampu tersenyum hari ini, mungkin senyum kita tersimpan pada senyuman seseorang, maka mulailah setiap hari dengan mencarinya, diawali pada senyum orang tua. Jika orang tua sudah tiada, yakinlah diluar ada lebih banyak yang memberi kita kesempatan tuk menemukan senyuman.
Kekeringan yang paling tandus bukanlah pada tanah yang setahun tak tersentuh setetes air pun, tapi pada hati yang tak menampak keperdulian pada kebutuhan dan masalah siapapun yang membutuhkan.
Jika kita tak memiliki apa pun yang layak dibagi, sapaan lembut dan membesarkan harapan seseorang, sesuatu yang sebenarnya tak mengurangi harta kita sedikitpun, namun menambah ketulusan cinta kasih antarsesama.
Kejujuran adalah perekat yang terindah dalam melanggengkan silaturrahim, sepahit apa pun yang ingin kita katakan. Kebohongan jauh lebih pahit dan menyakitkan.
Kebohongan akan mengurung kita dalam rumah, yang pada setiap pintu-pintunya tak ada kunci lain tuk membukanya selain kebohongan demi kebohongan.
Jangan pernah melupakan kebaikan atau jasa seseorang sekecil apapun, sebab itu hanya akan menunjukkan keangkuhan.
Memberikan salam, menanyakan kabar, menawarkan jika ada sesuatu yang bisa dibantu, mendoakan kebaikan dihari-harinya, jauh lebih berharga daripada uang berapapun yang ingin kita berikan: inilah cinta, kasih dan sayang.
Jika kepada tetangga saja kita diwajibkan memberikan rasa aman, apatah lagi pada keluarga, kerabat, sahabat, dan orang-orang yang sekalipun tak terkait nasab, tetapi sesama Muslim.
Dari Jabir RadhiyyAllahu ‘anhu, Rasulullah bersabda: “Setiap kebaikan adalah sedekah.” (H.R. Bukhari).
Marilah menjadi pohon cinta, dengan cabang-cabang kepedulian, ranting yang menyeruak dan meraih kehangatan silaturrahim dan dedaunan yang tak luruh kecuali bagi menyuburkan kebaikan. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi