Lingkungan Hidup

Demi Kurangi Emisi, Jepang Tingkatkan Energi Nuklir

  • Whatsapp
Reaktor Nuklir Fukushima Jepang (nippon.com).

TOKYO-KEMPALAN: Pemerintah Jepang sedang menyusun rancangan penggunaan energi terbarukan sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. Upaya itu dilakukan selama dekade berikutnya agar segera memenuhi target pengurangan emisi.

Dilansir dari The Mainichi Shimbun, Kamis (22/7), rancangan tersebut tetap mempertahankan target energi nuklir saat ini. Sebab, para pejabat masih belum memutuskan apa yang harus dilakukan dengan industri nuklir, yang telah berjuang sejak terjadinya bencana pembangkit listrik Fukushima tahun 2011.

Menurut rancangan rencana energi dari Kementerian Ekonomi dan Industri itu, energi terbarukan harus mencakup 36-38 persen dari pasokan listrik pada tahun 2030. Naik dari target saat ini yang sebesar 22-24 persen, dan bahan bakar yang baru diperkenalkan seperti hidrogen dan amonia harus tercakup 1 persen. Sedangkan untuk penggunaan bahan bakar fosil terpangkas dari 56 persen menjadi 41 persen.

Diharapkan, pembaharuan rancangan rencana energi yang telah diubah setiap beberapa tahun itu bisa disetujui kabinet akhir tahun ini. Perdana Menteri Yoshihide Suga telah berjanji, Jepang akan berusaha mengurangi emisinya sebesar 46 persen dari tahun 2012, naik dari target sebelumnya sebesar 26 persen, sehingga bisa mencapai netralitas karbon pada tahun 2050.

Dikatakannya, Jepang akan berusaha mendorong pengurangan hingga 50 persen agar sejalan dengan Uni Eropa. Sedangkan China telah berjanji untuk menjadi negara netral karbon pada tahun 2060.

Sementara itu, target untuk tenaga nuklir tetap tidak berubah pada kisaran 20-22 persen. Draf tersebut juga menyebut Jepang berkeinginan mengurangi ketergantungannya pada tenaga nuklir sebanyak mungkin, meski nuklir akan tetap menjadi sumber energi yang penting.

Target bebas emisi 2050 akan membutuhkan perubahan drastis dan kemungkinan seruan segera memulai kembali lebih banyak membangun pembangkit nuklir. Kemajuan dalam mengurangi ketergantungan Jepang pada bahan bakar fosil telah terhambat akibat penutupan berkepanjangan sebagian besar pembangkit nuklirnya setelah bencana Fukushima pada tahun 2011.

Target energi nuklir akan sulit dicapai karena sentimen anti-nuklir yang terus-menerus di kalangan masyarakat. Dua puluh empat dari 54 reaktor Jepang yang dapat digunakan telah diperintahkan untuk dinonaktifkan sejak bencana Fukushima.

Rancangan tersebut tidak menyebutkan kemungkinan reaktor baru, meskipun ada keinginan kuat dari beberapa pejabat industri dan anggota parlemen pro-nuklir. (the Mainichi Shimbun, reza hikam)

Berita Terkait