Haji

Kartu Pintar dan Robot, Haji Digital Arab Saudi

  • Whatsapp
Staf Saudi menguji Kartu Pintar untuk ibadah Haji. (AFP)

MEKKAH-KEMPALAN: Otoritas Saudi telah meluncurkan “kartu haji” elektronik yang memungkinkan akses tanpa kontak ke situs-situs keagamaan, akomodasi, dan transportasi.

Melansir dari Dawn, Kartu plastik tersedia dalam warna hijau, merah, kuning dan biru. Warnanya sesuai dengan tanda di tanah yang memandu peziarah melalui berbagai tahapan haji.

“Selama haji 1993 saya kehilangan anak-anak saya dan tidak dapat menemukannya selama tujuh jam,” kata Siam, seorang jamaah sambil mengacungkan kartu pintar berwarna kuning. “Hari ini saya tidak khawatir kehilangan istri saya dan orang lain yang bersama saya.” Rekan peziarahnya Hazem Rihan, seorang dokter hewan berusia 43 tahun, memiliki pengalaman serupa di haji sebelumnya, dikutip dari Dawn.

Sistem digital juga memungkinkan pihak berwenang untuk memandu puluhan ribu orang yang menghadiri acara tahunan tersebut, yang pada tahun-tahun sebelumnya terkadang dirusak oleh desak-desakan dan kecelakaan yang mematikan.

Robot pintar yang menyediakan air zamzam kemasan untuk jamaah ibadah Haji. (AFP)

Setiap kartu berisi informasi dasar tentang setiap peziarah termasuk nomor registrasi mereka, lokasi pasti dari akomodasi mereka, nomor ponsel dan nomor ID pemandu mereka.

Pada haji pra-Covid terakhir, pada tahun 2019, sekitar 2,5 juta orang berpartisipasi. Tahun ini, calon haji harus mendaftar secara online dan mendapatkan izin khusus.

Amro al-Maddah, wakil sekretaris di kementerian haji, mengatakan pada peluncuran kartu haji bahwa ia mengharapkan “semua transaksi menjadi tanpa kontak” di masa depan, dengan kartu tersebut pada akhirnya berfungsi sebagai dompet virtual untuk pembayaran.

Raja Salman juga memuji “sistem haji digital” dalam pidatonya di Al-Ekhbariya yang dikelola pemerintah , dengan mengatakan bahwa itu dimaksudkan untuk “mengurangi personel yang diperlukan untuk mengantarkan haji sambil memastikan keselamatan peziarah”.

Wakil Menteri Haji Abdulfattah bin Sulaiman Mashat mengatakan penyelenggara telah berusaha untuk “menggunakan teknologi untuk melayani jamaah”.

Sementara itu, pasukan robot dikerahkan untuk mendistribusikan air suci kepada para jamaah menggantikan sistem kran bersama.

“Air zamzam kemasan jauh lebih baik. Ada lebih sedikit orang dan tidak perlu mengantri,” kata Aneela, warga Pakistan-Amerika, dikutip Kempalan dari AFP.

Jamaah yang lain, Siam, mengatakan bahwa teknologi baru berarti haji “mengikuti perkembangan zaman”. (Dawn, Abdul Manaf Farid)

Berita Terkait