Minggu, 17 Mei 2026, pukul : 16:45 WIB
Surabaya
--°C

Gangguan Autoimun Langka dari Vaksin Janssen: FDA AS Keluarkan Peringatan, J&J Sebut Peluangnya Rendah

WASHINGTON-KEMPALAN: Badan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memperingatkan peningkatan Sindrom “Guillain-Bare”, gangguan neurologis yang langka setelah muncul laporan terhadap vaksin Johnson & Johnson dengan 100 kasus awal dari 12,5 juta dosis yang sudah diberikan. Badan itu menggarisbawahi permasalahan ini sangat serius, sebanyak 95% membutuhkan rawat inap dan ada satu kematian.

Sementara FDA mengatakan sedang memperbarui materi vaksinasi untuk penyedia layanan kesehatan dan pasien untuk mencatat “hubungan” antara vaksin dan risiko GBS, badan tersebut mengatakan data tersebut “tidak cukup untuk membangun hubungan sebab akibat.” Adapun, FDA menambahkan, masih merekomendasikan vaksin untuk mencegah risiko kesehatan serius yang ditimbulkan oleh COVID-19.

“Yang penting, FDA telah mengevaluasi informasi yang tersedia untuk Vaksin Janssen COVID-19 dan terus menemukan manfaat yang diketahui dan potensial jelas lebih besar daripada risiko yang diketahui dan potensial,” kata FDA seperti yang dikutip Kempalan dari ABC News.

Johnson & Johnson mengatakan telah membahas laporan tersebut dengan regulator federal di Badan Obat dan Makanan.

“Peluang terjadinya hal ini sangat rendah, dan tingkat kasus yang dilaporkan sedikit melebihi tingkat latar belakang,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataannya.

Tidak hanya vaksin Janssen buatan J&J, kasus serupa juga dilaporkan telah terjadi pada vaksin buatan Moderna dan Pfizer.

Sindrom Guillain-Barré sendiri adalah gangguan langka yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang merusak sel-sel saraf dan menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan otot. Mereka yang terkena sindrom ini kebanyakan kembali sehat, meskipun beberapa di antaranya dilaporkan mendapati gangguan saraf jangka panjang.

Menurut CDC, sebagian besar orang yang mengidap GBS melaporkan gejalanya setelah mengalami penyakit pernapasan, termasuk flu atau sakit karena diare. Salah satu penyebab umum adalah bakteri yang terkait dengan makan unggas mentah. Sindrom ini juga terkait dengan vaksinasi, meskipun jarang, dan itulah sebabnya CDC memantau laporan GBS setiap musim flu. Sementara mereka yang mengidap sindorm ini usai menggunakan vaksin Janssen biasanya adalah lelaki tua.

“Kasus-kasus ini sebagian besar telah dilaporkan sekitar dua minggu setelah vaksinasi dan sebagian besar pada pria, banyak yang berusia 50 tahun ke atas,” kata CDC dalam sebuah pernyataan.

Menurut FDA, pasien harus mencari perhatian medis jika mereka mengalami kelemahan atau sensasi kesemutan, terutama di kaki atau lengan, dan yang mungkin memburuk atau menyebar ke bagian lain dari tubuh. Gejala lain mungkin termasuk kesulitan berjalan atau membuat gerakan wajah; penglihatan ganda atau ketidakmampuan untuk menggerakkan mata; atau kesulitan dengan kontrol kandung kemih atau fungsi usus. (ABC News, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.