SIDOARJO- KEMPALAN : Kasus jenazah korban Covid-19 tertukar bukan kali pertama terjadi . Selama pandemi tertukarnya jenazah covid19 hampir terjadi di seluruh Indobesia. Kali ini terjadi lagi di Sidoarjo. Hal ini diketahui saat proses pemakaman di Makam Islam Dusun Tawangsari Desa Ampelsari Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, Selasa (13/7).
Jenasah yang baru saja dikubur, terpaksa digali lagi dan dilakukan pemakaman ulang. Kasus tertukar jenazah korban covid-19 ini terjadi saat dilakukan pemakaman jenazah Ira Puspitowati (52) warga RT 2 RW V Perumahan Taman Candiloka Kecamatan Candi Sidoarjo.

Namun jenazah yang dimakamkan ternyata keliru yaitu jenazah Maria Indrawati, (40) Almarhumah Maria adalah warga Kelurahan Magersari Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo.
Petugas kemudian menggali lagi jenazah Maria yang baru dimakamkan. Jenasah tersebut kemudian dibawa ke Magersari untuk dimakamkan di sana. Sementara jenasah Ira yang baru tiba dengan ambulan segera dimakamkan di lubang makam yang sebelumnya untuk mengubur jenazah Maria.
Ketua RT 2 RW Perumahan Taman Candiloka Budi Cahyono mengatakan, kekeliruan ini ada pada pihak Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo. Namun kekeliruan ini sudah diselesaikan kekeluargaan dan pihak RSUD Sidoarjo yang menanggung biaya pemakaman ulang tersebut.
“Kita memang tidak pingin semua itu terjadi, alasan rumah sakit banyak jenasah dan kewalahan. Cuma sangat disayangkan karena terlanjur dimakamkan dan harus dibongkar kembali,” kata Budi.
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Sidoarjo Wasis Nupikso, membenarkan pengiriman jenazah yang tertukar pada hari ini. “Keduanya meninggal pada Hari Senin malam. Perawatan jenazah, memasukkan ke peti sampai pemberian identitas nama telah dilakukan. Keluarga juga telah menyaksikan proses tersebut,” terangnya.

Jenazah baru dikirim pada pagi tadi karena menunggu liang lahat selesai. “Saat ambulans kami mengirim, sejatinya ada keluarga yang ikut didalamnya. Namun sesaat sebelum dimakamkan, ada warga yang curiga karena namanya tidak sesuai. Namun ia diam saja hingga proses pemakaman usai,” kata dia.
Yang mengetahui jenazah itu tertukar, lanjut Wasis, adalah keluarga korban satunya, yang mengetahui di detik-detik akhir pemakaman. “Keluarga tersebut ingat, bahwa warna petinya bukan yang ini. Namanya juga bukan ini,” ucap Wasis menirukan ucapan keluarga korban.
Setelah mengkorfirmasi hal tersebut ke RSUD Sidoarjo, ternyata jenazah tersebut memang tertukar. Petugas pemakaman kemudian dikirim ulang untuk membongkar makam tersebut. “Setelah dimandikan, petugas lalu menukar kedua jenazah untuk diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Ada proses yang miss, yaitu tidak mengkroscek kembali. Memang nama belakang korban mirip. Agar tidak ada kekeliruan lagi, ke depan harus ada kroscek kembali,” Imbuh Wasis. (Ambari Taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi