Minggu, 5 Juli 2026, pukul : 22:58 WIB
Surabaya
--°C

‘Oh, Anjing’ Diharapkan Genjot Motivasi Mahasiswa dalam Berkesenian

SURABAYA-KEMPALAN: MAHASISWA Prodi Bahasa Indonesia Kelas C Universitas PGRI Adibuana (Surabaya) Sabtu malam kemarin (03/7) menggelar drama berjudul ‘Oh, Anjing’ di Dusun Gemurung, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.

“Saya sengaja menggelarnya di alam terbuka agar nuansa magisnya makin terasa kuat, seiring dengan isi ceritanya,” tutur Ki Damar Purwo, Produser ‘Oh Anjing’.

Cerita ‘Oh Anjing’ diangkat dari cerita pendek karya Kunto Wijoyo yang diadaptasikan dari drama garapan Putut Buchori. “Kami mempersiapkannya selama sebulan dengan melibatkan 15 orang pemain dan 5 orang kru,” jelasnya.

“Tidak ada problem yang berarti selama persiapan hingga pementasannya tadi malam,” tambah Ade Ivan, sutradaranya.

Ki Damar Purwo.

‘Oh Anjing’ berkisah tentang perilaku ekstrem sebagian kecil masyarakat yang sangat mempercayai kekuatan mistis orang yang meninggal pada malam Selasa Kliwon.

“Diakui atau tidak, tetapi masih ada sebagian kecil masyarakat di daerah tertentu yang mengkeramatkan kuburan orang yang meninggal pada malam Selasa Kliwon. Fenomena inilah yang kami kemas dalam ‘Oh, Anjing,” jelas Ki Damar.

‘Oh, Anjing’ –yang berlangsung selama 40 menit– disajikan oleh Ade Ivan untuk menggambarkan sebuah ambisi yang membabi-buta dalam memburu kekayaan. Bahkan nekat bersaing dengan anjing liar yang sering berkeliaran di area pemakaman.

“Realitanya hingga sekarang masih ada orang yang ingin kaya-raya dengan cara yang benar-benar melanggar agama dan norma kemasyarakatan,” papar Ade.

Ki Damar sangat berharap pementasan ‘Oh, Anjing’ makin memotivasi anak-anak muda dalam berkesenian. “Pada prinsipnya banyak talenta di bidang seni peran di Surabaya. Namun, potensi tersebut belum dioptimalkan oleh banyak pihak,” jelasnya.

Itulah sebabnya dia sangat berharap mahasiswanya di Universitas PGRI Adibuana lebih berani mengekspresikan jiwanya dalam berkesenian. “Pandemi Covid-19 justru menjadi waktu yang tepat untuk tetap produktif sebagai orang-orang seni,” kata Ki Damar.

Kelak jika pandemi Covid-19 sudah berlalu, Ki Damar berencana menggelar festival drama antarmahasiswa se-Jawa dan Bali. “Saya sangat yakin pesertanya akan membludak,” ucapnya, serius.

Apalagi di era digitalisasi seperti sekarang ini, sambung Ki Damar, makin terbentang lebar bagi pekerja seni untuk meraih kesuksesan, sekaligus popularitas. (Sulaiman/M Taufiq)

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.