
Surabaya—KEMPALAN: Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari, Surabaya, terpaksa lockdown atau menutup sementara layanan IGD lantaran penuh dengan pasien Covid-19. Bahkan 50 tenaga kesehatan di RS tersebut juga terkonfirmasi positif Covid-19.
Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Dirut RSI Jemursari dr Bangun Trapsila Purwaka. Ia menyebut, saat ini sebanyak 15 bed di IGD penuh ditempati pasien Covid-19.
“Betul [IGD lockdown]. Karena di dalam penuh, IGD ada 15 yang belom dapat tempat tidur, kasihan pasien, juga kasihan pegawai kami di sana,” kata Bangun, Sabtu (3/7).
Para pasien itu mengantre untuk memperoleh ruang isolasi dan ICU, yang saat ini kondisinya penuh. Bangun menyebut, pasien terpaksa harus menunggu berhari-hari di IGD, beberapa pasien bahkan meninggal sebelum dirujuk ke ruang isolasi.
“Iya ada yang beberapa hari menunggu, dua hari, karena sekarang ini tempat tidur [isolasi] itu tunggu pasien pulang atau berpulang. Kalau enggak pulang ya meninggal,” ucapnya.
Bahkan kata Bangun, sebanyak 50 nakes yang terdiri dari perawat dan dokter terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka saat ini sedang dirawat di sejumlah rumah sakit di Surabaya.
“Kebetulan nakes kami 50 orang positif, sehingga tenaga kami betul-betul habis-habisan ini,” ucap dia.
Banyaknya nakes yang terpapar, membuat pelayanan RSI Jemursari juga terganggu. Seluruh kapasitas 140 bed isolasi dan ICU telah penuh, termasuk juga bed isolasi untuk pasien anak-anak.
“Sudah penuh 100 persen. 140 bed,” ucapnya. (nn)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi