Minggu, 5 Juli 2026, pukul : 22:30 WIB
Surabaya
--°C

Uni Eropa Desak Hungaria Hormati Hak LGBT

BUDAPEST-KEMPALAN: Para pemimpin Uni Eropa mengutarakan, mereka telah mengatakan kepada Hungaria untuk menghormati hak-hak LGBT atau meninggalkan blok tersebut, ketika amarah meletus dalam konfrontasi dengan Perdana Menteri Viktor Orban atas undang-undang baru negaranya yang melarang sekolah menggunakan materi yang dapat dianggap mempromosikan homoseksualitas.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan kepada wartawan pada Jumat (25/6), beberapa rekannya bentrok secara pribadi dengan Orban mengenai hukum selama pertemuan puncak dua hari itu.

“(kejadian) itu benar-benar kuat, perasaan yang mendalam bahwa (hal) ini tidak mungkin (terjadi). Ini tentang nilai-nilai kami; inilah yang kami perjuangkan,” kata Rutte seperti yang dikutip Kempalan dari Radio Free Europe/Radio Liberty.

Perubahan hukum yang diusulkan, yang masih harus disetujui oleh presiden Hungaria, melarang “penampilan dan promosi homoseksualitas” atau perubahan gender kepada anak di bawah umur di sekolah, film, atau iklan.

Masalah ini telah menjadi sorotan tajam pada ketidakmampuan UE untuk mengendalikan “demokrasi iliberal” di antara jajarannya seperti Hungaria dan Polandia, yang pemerintahnya sangat konservatif, nasionalis, dan anti-migran telah mencemooh standar dan nilai demokrasi blok itu selama bertahun-tahun.

Hanya Polandia dan Slovenia yang mendukung Orban atas hukum tersebut.

“Saya berkata, ‘Hentikan ini, anda harus menarik undang-undang (itu) dan, jika anda tidak suka itu dan benar-benar mengatakan bahwa nilai-nilai Eropa bukan nilai anda, maka anda harus memikirkan apakah akan tetap berada di Uni Eropa,'” ujar Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Dia kemudian menarik kembali sedikit dari komentarnya, mengatakan dia tidak mendukung menendang Hungaria keluar dari Uni Eropa, menyebutnya sebagai “pertanyaan eksistensial untuk Eropa.”

Menjelang KTT, para pemimpin dari 17 dari 27 anggota blok itu menandatangani surat yang menyesalkan segala bentuk diskriminasi berdasarkan orientasi seksual, mengatakan bahwa “rasa hormat dan toleransi adalah inti dari proyek Eropa.” Sementara surat itu tidak secara eksplisit menyebutkan Hungaria, yang mereka maksudkan jelas negara tersebut.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menggunakan bahasa kasar yang tidak biasa, menyebut undang-undang itu “memalukan” dan mengatakan eksekutif UE sedang mempertimbangkan tindakan hukum karena melanggar nilai-nilai fundamental blok itu.

Orban telah melawan para pengkritiknya, dengan mengatakan bahwa undang-undang tersebut tidak menentang homoseksualitas, ini tentang membiarkan orang tua memutuskan secara khusus bagaimana mereka ingin mendidik anak-anak mereka secara seksual.

Ketika ditanya pada Kamis (24/6) apakah dia akan mencabut RUU itu, pemimpin konservatif Hungaria itu menolak kritik dan mengatakan undang-undang itu “sudah selesai.”

Perdana Menteri Luksemburg Xavier Bettel, satu-satunya perdana menteri gay secara terbuka pada pertemuan itu, mengatakan Budapest juga harus tunduk pada prosedur yang belum teruji untuk memotong dana Uni Eropa bagi mereka yang melanggar aturan demokrasi. (RFE/RL, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.