Ketika Ekonom Rabani ‘Generasi Z’ Jawa Timur Menyambut Era Digital

waktu baca 4 menit
Dr. Khairunnisa Musari

KEMPALAN: Dalam ajang Temu Ilmiah Regional (Temilreg) yang digelar Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Regional Jawa Timur 2021, 50 persen makalah yang diterima panitia pada babak penyisihan berhubungan dengan isu digitalisasi dan transformasi digital. Sekitar 67 persen didalamnya menuliskan ide pembuatan aplikasi.

Mereka yang mengikuti lomba ini adalah para mahasiswa yang mewakili Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) yang tersebar di kampus-kampus se-Jawa Timur. Dapat diperkirakan usia mereka saat ini berkisar 18-23 tahun. Artinya, tahun kelahiran mereka sekitar 1998-2003. Tak pelak lagi, merekalah yang disebut Generasi Z.

Ada beberapa versi dalam menyebut rentang tahun lahir Generasi Z. Pusat riset McCrindle di Australia menyebut Generasi Z lahir pada 1995-2009. McKinsey & Company, perusahaan konsultan manajemen global asal Amerika yang berdiri sejak 1926, menyebut Generasi Z lahir pada 1995-2010. Statistics Canada, lembaga statistik Kanada, menyebut Generasi Z lahir pada 1993-2011.

Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut Generasi Z lahir pada rentang tahun 1997-2012. Hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan komposisi Generasi Z per September 2020 mencapai 27,94 persen dari 270,20 juta jiwa penduduk Indonesia. Angka ini sekaligus menempatkan Generasi Z pada komposisi penduduk terbesar Indonesia.

Menyimak makalah-makalah yang diterima panitia Temilreg FoSSEI Jawa Timur 2021, ide-ide kreatif para Ekonom Rabani Jawa Timur menyambut era digital layak mendapat apresiasi.

Temilreg FoSSEI Jawa Timur 2021

Temilreg adalah agenda tahunan FoSSEI yang menjadi ajang uji pengetahuan dan kompetensi ekonomi Islam bagi seluruh kader KSEI maupun FoSSEI di seluruh Indonesia yang dilombakan pada tingkat regional.

Pada Temilreg FoSSEI Jawa Timur 2021, KSEI Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember terdapuk menjadi tuan rumah. Tiga pengulas (reviewer) sekaligus juri dari Universitas Jember, Universitas Airlangga, dan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) pada babak penyisihan selama 15-19 Juni 2021 meloloskan 10 makalah yang akan maju pada tahap semifinal.

Pada babak semifinal yang diselenggarakan pada 24 Juni 2021, 10 makalah tersebut akan dipresentasikan oleh masing-masing kelompok. Pada hari yang sama, akan dipilih tiga kelompok untuk maju babak final pada 25 Juni 2021.

Beberapa ide kreatif pembuatan aplikasi yang menguak dari Temilreg FoSSEI Jawa Timur 2021 ini diantaranya adalah platform Sismic.Id yang diusung KSEI Center for Islamic Economic Studies (CIES) FEB Universitas Brawijaya. Sismic.Id yang mengusung tagline “Islamic Economics Education Fintech” menyediakan sejumlah fitur edukasi ekonomi Islam, bisnis Islam, waris, zakat, infak, sedekah, wakaf (ZISWAF) yang dikemas melalui video, kuis, bacaan, dan permainan.

Dari KSEI Ekonomi Syariah (EkSys) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menawarkan  platform Shariapreneur.Id yang mengolaborasikan crowdfunding dan crowdsourcing sebagai metode pengelolaan dan pembiayaan syariah bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM). Platform ini juga menyediakan fitur edukasi untuk pembukuan dan menyusun proposal pembiayaan.

Lalu ada Connected Sharia Economic of Pesantren (Contren) dari KSEI Jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam (JEBIS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura. Contren adalah platform sistem informasi pesantren di Pulau Madura yang memfokuskan diri pada layanan filantropi Islam berupa penyaluran layanan ZISWAF untuk pengembangan pesantren di sana.

Ada juga E-Woke.Com dari Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah (Himaesya) Universitas Trunojoyo Madura (UTM). E-Woke.Com adalah platform crowdfunding syariah untuk membantu pembiayaan permodalan dan digitalisasi UMKM melalui metode Participatory Learning and Action (PLA).

Kemudian, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Forum Studi Ekonomi Syariah (ForSESH) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) mengusung Kesya Mobile, sebuah aplikasi perencanaan keuangan syariah untuk mahasiswa. Aplikasi ini menyediakan tiga fitur utama, yaitu pencatatan perencanaan, pencatatan pengelolaan, dan fitur edukasi.

Jelas, ide-ide para Ekonom Rabani yang merepresentasikan Generasi Z Jawa Timur ini bukan sekedar digitization-oriented, tetapi sudah mengarah pada digitalization-oriented, bahkan digital transformation-oriented.

Ekonom Rabani, Bisa!!!

Rasanya memang cukup tepat bila McKinsey & Company memberi label bagi Generasi Z sebagai “true digital natives”. Saat menyeleksi dan mengulas makalah-makalah Temilreg FoSSEI Jawa Timur 2021, jelas, mereka tidak sekedar membuat atau memperbaiki proses bisnis dengan menggunakan teknologi dan data digital.

Tetapi, mereka juga sudah memiliki kerangka berpikir untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dalam membangun proses transformasi aktivitas, proses, dan model bisnis secara keseluruhan. Prototipe aplikasi yang ditawarkan sudah menyiratkan upaya meningkatkan efisiensi, mengelola risiko, bahkan menemukan peluang bisnis baru.

Menyambut ekonomi dan keuangan syariah di era digital, Generasi Z Jawa Timur yang direpresentasikan oleh para Ekonom Rabani FoSSEI Jawa Timur menunjukkan bahwa mereka adalah modal sosial berharga untuk masa depan ekonomi Jawa Timur dan Indonesia.

Sejumlah studi yang mengurai berbagai kelemahan Generasi Z, hal tersebut tidak memupus harapan bahwa Ekonom Rabani hari ini akan mampu membawa bidang ilmu ekonomi dan etika sebagai sebuah kesatuan untuk menjawab tantangan masa depan dan semakin berkontribusi nyata bagi perekonomian regional dan nasional.

Terlebih, FoSSEI yang menjadi wadah keilmuan ekonomi Islam bagi mahasiswa, sekaligus pelopor dan asosiasi mahasiswa di bidang ekonomi Islam terbesar di Indonesia, pada usianya yang ke-21 tahun telah menghimpun lebih dari 14 regional dan 165 KSEI dengan lebih dari 15.000 kader aktif. Ekonom Rabani, Bisa!!!

Wallahua’lam bish showab.

(Dr. Khairunnisa Musari, Staf Pengajar Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Shiddiq, Jember; Wakil Koordinator Indonesia Bagian Tengah DPP IAEI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *