Kamis, 30 April 2026, pukul : 10:50 WIB
Surabaya
--°C

PBB Rekomendasikan Great Barrier Reef dalam Status Bahaya

CANBERRA – KEMPALAN: Great Barrier Reef harus ditambahkan ke daftar Situs Warisan Dunia “dalam bahaya” menurut rekomendasi komite PBB pada Selasa (22/6), yang memicu tanggapan marah dari Australia yang mengatakan telah dibutakan oleh langkah itu dan disalahkan campur tangan politik.

Komite Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang berada di bawah UNESCO, mengatakan sistem terumbu karang terbesar di dunia harus ditambahkan ke dalam daftar karena dampak perubahan iklim.

Australia telah bertahun-tahun berjuang untuk mempertahankan Great Barrier Reef, objek wisata utama yang mendukung ribuan pekerjaan, dari daftar “dalam bahaya”. Pada 2015, UNESCO mencatat prospek terumbu karang itu buruk tetapi mempertahankan status situs tidak berubah. Sejak itu, para ilmuwan mengatakan telah mengalami tiga peristiwa pemutihan karang besar karena gelombang panas laut yang parah.

Melansir dari Reuters, Menteri Lingkungan Australia Sussan Ley mengatakan Canberra telah diyakinkan tidak akan ada rekomendasi tentang terumbu karang oleh PBB sebelum Juli.

Ley mengatakan dia dan Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne berbicara semalam dengan Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay.

“Keputusan ini cacat. Jelas ada politik di baliknya,” katanya.

Ley tidak merinci, tetapi sumber pemerintah mengatakan Canberra percaya China bertanggung jawab di tengah memburuknya hubungan antara kedua negara. Pejabat China menikmati kekuasaan yang kuat di tiga komite, sementara seorang anggota parlemen China adalah ketua Komite Warisan Dunia, kata sumber itu

Namun, kelompok lingkungan menolak pernyataan Australia bahwa rekomendasi tersebut bersifat politis.

“Rekomendasi dari UNESCO jelas dan tegas bahwa Pemerintah Australia tidak berbuat cukup untuk melindungi aset alam terbesar kita, terutama pada perubahan iklim,” kata Richard Leck, Kepala Kelautan untuk World Wide Fund for Nature-Australia, dalam email pernyataan.

Rekomendasi PBB, yang akan dipertimbangkan pada pertemuan komite di China bulan depan, melemahkan pernyataan Australia bahwa mereka menganggap serius perubahan iklim.

Ketergantungan Australia pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara menjadikannya salah satu penghasil karbon terbesar di dunia per kapita, tetapi pemerintah konservatifnya dengan teguh mendukung industri bahan bakar fosil negara itu, dengan alasan tindakan yang berlebihan terhadap emisi akan merugikan pekerjaan. (Reuters, Abdul Manaf Farid)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.