SURABAYA-KEMPALAN: Seiring bergulirnya kompetisi Liga 1 dan Liga 2, PSSI tahun 2021 ini berkeinginan memutar kompetisi Liga 3, Elite Pro Academy (EPA) U-16, U-18, U-20 dan Soeratin (U-17).
Untuk kompetisi Liga 3 tingkat Jawa Timur, Asprov PSSI Jatim sendiri rencananya akan menggelar pada Agustus 2021. Pendaftaran sudah dibuka dengan mengirim surat pemberitahuan ke klub.
Menanggapi hal ini, Direktur Teknik Hizbul Wathan FC (HWFC) menyambut gembira. Menurutnya, memang seharusnya semua klub, baik Liga 1 maupun Liga 2 mempunyai academy sepakbola sebagai wadah pembinaan para pemain muda.
Mulai Youth Academy (U-13), Elite Pro Academy (U-16, U-18 dan U-20), serta untuk Piala Soeratin atau Liga Remaja (U-17).
“Termasuk HWFC, sudah saatnya memikirkan program pembinaan jangka panjang,” kata Hanafing, Selasa (15/6).
Untuk itu, ia mengusulkan agar HWFC segera mendirikan academy sepakbola. Namanya mungkin Hizbul Wathan Football Academy (HW FA) atau lainnya.
Menurut Hanafing, academy sepakbola penting untuk wadah pembinaan pemain. “Dengan adanya academy sepakbola, ke depan HWFC tidak akan kesulitan mencari pemain yang berkualitas untuk menunjang tim senior, karena sudah bisa mencetak pemain sendiri,” ungkap owner dari Garuda Timur Football Academy (GATIFA) Surabaya ini.
GATIFA sendiri, menurut Hanafing, didirikan setahun lalu di Surabaya. Academy sepakbola ini membina pemain U-14, 15, 17 dan U-20. Sedang untuk kelompok umur lainnnya masih belum punya.
Mereka berlatih di lapangan di kawasan Wiyung pada hari Senin, Rabu dan Jumat sore. Sedang Sabtu dan Minggu dikhususkan untuk laga ujicoba. Mereka ditangani pelatih kepala Nugroho Mardiyanto (mantan stopper Persebaya) dibantu beberapa pelatih lokal lain yang sudah berlisensi.
Yang menarik, dalam beberapa kali ujicoba, tim GATIFA berhasil monorehkan hasil cukup memuaskan. Ketika tryout lawan PSHW Nganjuk, U 14-15 menang telak 10-0. Begitu pula tim U-20, menang 1-0 lawan anak asuhan Rudy Keltjes.
Hanafing yakin, kalau tim GATIFA U-20 diterjunkan di kompetisi Liga 3 tingkat Jawa Timur atau Elit Pro U-20 akan mampu bersaing dengan peserta lain.
“Kalau manajemen HWFC mau ikut Liga 3, silakan pakai mereka (tim GATIFA U-20). Bisa diatur kok,” tutur Hanafing.
Dia juga siap membantu jika manajemen HWFC berminat mendirikan HW FA. Sebab, dengan adanya academy sepakbola, HWFC bisa mengikuti kompetisi yang diputar PSSI. Seperti U13 -15 dan 17 untuk kompetisi Liga Remaja PSSI dan
U18-19 untuk kompetisi Elite Pro Academy Liga 2.
Hanafing yakin, dengan adanya academy, 2-3 tahun ke depan tim senior HWFC akan menjadi tim yang tangguh, karena sudah mempunyai produk pemain yang handal dari hasil pembinaan sendiri di HW FA. Dan ini sangat membantu meringankan anggaran klub senior.
“HW FA punya potensi yang baik, karena sumber pemainnya ada banyak di beberapa kota dan kabupaten, baik di Jatim maupun di daerah lain di tanah air, dari klub PSHW.
Untuk perekrutan pemain muda, bisa lewat turnament. Misalnya Piala HW se-Jatim U13-15 dan 17 yang diikuti klub PSHW se-Jatim.
“Contoh nyata adalah Timnas Vietnam. Mereka berhasil membangun tim senior yang tangguh dalam waktu 10 tahun. Tentu dengan didukung oleh sarana prasarana yang standar internasional. Dengan pelatih yang handal di setiap kelompok usia,” ungkapnya.
Karena itu, untuk menjadi klub yang besar dan terbaik di tanah air, maka Hanafing memberikan masukan.
Pertama, klub tersebut harus membangun pondasi pembinaan yang kuat dari bawah/akar rumput /grassroots.
Kedua, menyiapkan sarana prasarana yang layak. Ketiga, punya pelatih yang sabar dan bekerja keras mencetak pemain muda berbakat dalam jangka panjang.
Dan yang keempat, harus didukung oleh program yang terencana dengan baik, sejalan dengan perkembangan usia pemain.
“Manajemen HWFC sebenarnya sudah punya rencana mendirikan academy sepakbola sejak masih bernama PSHW. “Tapi saya tidak tahu, kenapa tiba-tiba endingnya jadi lain. Namun, saya rasa kini saatnya HWFC punya academy,” pungkasnya. (Dwi Arifin)


Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi