JAKARTA-KEMPALAN: Sebagai negara yang besar, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjadi salah satu unsur penting dalam dinamika bangsa ini. Kemhan memiliki tupoksi yang membidangi terkait urusan pertahanan dan keamanan di Indonesia.
Kementerian yang dinahkodai oleh politisi Gerindra, Prabowo Subianto, juga secara eksplisit bertugas untuk memberikan edukasi mengenai bela negara. Oleh karenanya, penting untuk Kemhan membuat program-program yang dapat inklusif dan masuk ke sela-sela kehidupan warga negara Indonesia terkait internalisasi edukasi mengenai bela negara.
Baru-baru ini, Kemhan menjalin sinergitas dengan PT Accor Asia Pasific Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan ini dirangkul oleh Kemenhan guna mengakomodasi anggota Kemhan dalam optimalisasi gerakan bela negara.
Proses kerja sama ini berlangsung dalam bingkai penandatanganan yang PT Accor Asia Pasific Indonesia dengan Direktorat Jenderal Pertahanan. Sinergitas secara legal ini dilakukan di Hotel Raffles Jakarta, pada Kamis (10/6).
Adapun beberapa program yang termaktub dalam perjanjian kerja sama ini. Diantaranya, pelatihan pembinaan terkait kesadaran bela negara dan pelibatan dalam program pembentukan variabel cadangan bagi karyawan hotel.
Selanjutnya, ada program krusial yang sangat fungsional dalam kerja sama ini. Yaitu, program pembinaan dan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tidak hanya itu, bidang pariwisata militer juga dilibatkan dalam program ini.
“Semoga tujuan sinergi untuk mendukung gerakan bela negara dapat dicapai secara efektif dan efisien,” ucap Dadang Hendrayudha selaku Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan, dalam siaran pers, pada Jumat (11/06).
Ia mengungkapkan, bahwa kerja sama antara kemhan dan PT Accor Asia Pasific Indonesia diharapkan dapat menciptakan ekosistem dalam dimensi industri pertahanan dan perhotelan di Indonesia.
Di lain sisi, Garth Simmons sebagai CEO Accor Southeast Asia menuturkan, bahwa Accor selalu berupaya untuk mengoptimalisasikan terkait program-program yang diakselerasikan oleh pemerintah Indonesia untuk kepentingan kolektif. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi