Kamis, 30 April 2026, pukul : 03:32 WIB
Surabaya
--°C

Ayah-Anak Asal AS Diadili usai Membantu Mantan Bos Nissan Melarikan Diri

TOKYO-KEMPALAN: Duo ayah-anak Amerika yang dituduh mendalangi pelarian mantan bos Nissan, Carlos Ghosn dari Jepang mengakui andil mereka Senin (14/6) saat pertama kali berada di hadapan pengadilan Tokyo.

Mantan anggota pasukan khusus Michael Taylor, 60, dan putranya yang berusia 28 tahun, Peter, diekstradisi oleh otoritas AS atas klaim bahwa mereka menyelundupkan Ghosn ke luar negeri dalam kotak peralatan musik saat dia menunggu persidangan.

Melansir dari Yahoo News, di pengadilan distrik Tokyo Senin (14/6), ayah anak itu mengatakan mereka tidak menentang fakta yang ditetapkan oleh jaksa dalam sebuah dakwaan, secara efektif mengakui peran mereka dalam kisah tersebut.

Pasangan itu menghadapi hukuman tiga tahun penjara jika terbukti membantu Ghosn, yang saat ini menjadi buronan internasional yang tinggal di Lebanon, dan tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Jepang.

Ghosn dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu persidangan atas empat tuduhan pelanggaran keuangan, yang dia bantah, ketika dia berhasil menyelinap melewati pihak berwenang ke sebuah jet pribadi, transit di Turki dan mendarat di Lebanon.

Pelarian itu sangat memalukan bagi pihak berwenang Jepang, yang menyebutnya sebagai “salah satu tindakan pelarian yang paling berani dan diatur dengan baik dalam sejarah baru-baru ini.”

Keluarga Taylor, bersama dengan seorang warga negara Lebanon yang masih buron, diduga mendalangi pelarian Desember 2019. Termasuk memasukkan Ghosn ke dalam kotak peralatan audio untuk membawanya ke jet pribadi.

Pasangan ini berjuang ekstradisi mereka ke Tokyo, mengklaim mereka bisa menghadapi kondisi seperti penyiksaan, dan belum mengomentari kasus mereka sejak tiba pada awal Maret.

Wakil Kepala Kejaksaan Tokyo, Hiroshi Yamamoto menolak mengomentari dakwaan mereka, tetapi media lokal mengatakan kedua pria itu telah mengakui kesalahan selama interogasi. Penyiar publik NHK mengatakan Peter menerima 144 juta yen ($ 1,3 juta) dari Ghosn atas bantuan mereka.

Harian Asahi Shimbun mengatakan duo itu menghabiskan sebagian besar uang untuk persiapan pelarian, termasuk biaya menyewa jet pribadi, mengklaim bahwa mereka tidak dibayar untuk bantuan mereka.

Ghosn masih buron di Lebanon, di mana dia diinterogasi bulan lalu oleh penyelidik Prancis atas serangkaian dugaan penyimpangan keuangan.

Tuduhan-tuduhan yang ditujukan pada Ghosn antara lain interaksi keuangan yang tidak pantas dengan distributor Renault-Nissan di Oman, pembayaran oleh anak perusahaan Belanda kepada konsultan, dan pesta mewah yang diselenggarakan di Istana Versailles.

Pemeriksaan berlangsung dengan tim pembelanya dan seorang jaksa Lebanon yang hadir. Ghosn didengar sebagai saksi karena dia harus berada di Prancis untuk didakwa secara resmi.

Orang lain yang terlibat dalam kasus Ghosn telah menghadapi proses hukum, termasuk mantan ajudannya di Nissan, Greg Kelly, yang juga diadili di Tokyo atas dugaan perannya dalam melaporkan pendapatan taipan itu.

Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman empat tahun dan dua bulan penjara kepada dua pilot dan karyawan lain dari sebuah maskapai penerbangan swasta kecil karena peran mereka dalam pelarian Ghosn.

Ghosn berganti pesawat di Turki dalam perjalanannya ke Lebanon, dan ketiga orang Turki itu dituduh terlibat dalam konspirasi untuk menyelundupkan seorang migran. (Yahoo News/NHK/Asahi Shimbun, Belva Dzaky Aulia)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.