Kamis, 30 April 2026, pukul : 04:48 WIB
Surabaya
--°C

Bank Sampah Desa dan Tim Pengabdian Ubaya Gelar Festival Daur Ulang Perdana

MOJOKERTO–KEMPALAN: Jika selama ini festival daur ulang dilakukan oleh pemerintah melalui kementerian atau dinas terkait ataupun oleh perguruan tinggi maka baru kali ini ada festival daur ulang dilakukan oleh bank sampah desa. Hal ini terjadi pada Minggu 13 Juni 2021 mulai pukul 8.00 s/d 12.00 WIB bertempat di Kedungudi Sky Park Hill di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, dilangsungkan Festival Daur Ulang yang dilakukan oleh Bank Sampah Segunung Harto Desa Kedungudi.

Berjilbab hitam tengah Bupati Mojokerto bersama tim pengabdian Ubaya.

Festival dibuka oleh Camat Kecamatan Trawas Drs. Agus Subyanti M.Si. Pada kesempatan itu, Camat Kecamatan Trawas didampingi oleh para muspika antara lain Kapolsek dan Danramil Kecamatan Trawas. Pada festival ini diadakan bermacam kegiatan yaitu: penyuluhan, sosialisasi, lomba produk daur ulang, lomba menggambar tema sampah, lomba pemilahan sampah, dan bazaar produk murah Desa Kedungudi. Lomba produk daur ulang diikuti oleh para pemuda, lomba mengambar diikuti oleh anak-anak SD, dan lomba pemilahan sampah diiikuti oleh para ibu-ibu Desa Kedungudi.

Festival merupakan hasil kerjasama Bank Sampah Segunung Harto Desa Kedungudi dengan Tim Program Pemberdayaan Masyarakat Unggulan Perguruan Tinggi Universitas Surabaya (PPMUPT Ubaya) yang terdiri dari Dr. Hazrul Iswadi, S.Si., M.Si., M.E. Lanny Kusuma Widjaja, S.E., M.M., CBC., Dra.ec. Endang Ernawati, M.Si., CSA., Dr. Frikson Christian Sinambela, S.Psi., M.T. dan Yayon Pamula Mukti, S.TP., M.Eng.

Penyerahan Dua Buku DesaKedungudi dari Tim PPMUPT Ubaya ke Camat Kecamatan Trawas

“Festival ini merupakan strategi kami untuk melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang sampah dengan cara yang fun dan cepat diterima warga desa. Harapan kami dari PPMUPT Ubaya, festival ini menjadi awal dari upaya edukasi budaya hidup yang dilakukan oleh Bank Sampah Segunung Harto pada warga Desa Kedungudi untuk mengurangi dan memilah sampah sehingga Desa Kedungudi menjadi asri, indah, dan nyaman,” sambutan Ketua Tim PPMUPT Ubaya Dr. Hazrul Iswadi, S.Si., M.Si pada saat acara pembukaan festival.

Sebagai narasumber penyuluh adalah Tuani Lidiawati Simangunsong, S.T., M.T. dari Prodi Teknik Kimia Universitas Surabaya dan Sisyantoko, Ketua WeHasta – Bank Sampah Induk Bintang Semesta Mojopahit Kabupaten Mojokerto, sedangkan juri-juri lomba berasal dari Mahasiswa Ubaya dan WeHasta – BSI.

Lomba Produk Daur Ulang.

Camat Kecamatan Trawas Drs. Agus Subyanti M.Si. pada saat pembukaan menyatakan bahwa festival daur ulang yang dilakukan oleh bank sampah desa adalah yang pertama dilakukan, setidak-tidaknya di Kecamatan Trawas bahkan di Kabupaten Mojokerto.

“Hal ini membuat perhatian pemerintah daerah Kabupaten Mojokerto menjadi besar dan kita sangat gembira dengan inisiasi festival dari Bank Sampah Segunung Harto ini. Hal ini terlihat kunjungan Bupati Mojokerto dr. Ikfina Fahmawati, M.Si. ke Kedungudi Sky Park Hill dan Bank Sampah Segunung Harto pada hari Sabtu tanggal 12 Juni 2021. Beliau menyempatkan diri berkunjung karena hari minggu ada kegiatan lain yang lebih penting ke Desa Kedungudi untuk memberi semangat agar Kedungudi menjadi lebih semangat dalam membangun dan maju. Festival ini harus dilanjutkan dengan inovasi produk untuk kesejahteraan masyarakat desa Kedungudi,” papar pidato pembukaan festival oleh Camat.

Pembukaan Festival oleh Camat Kecamatan Trawas Drs. Agus Subyanti M.Si.

Pada pembukaan festival juga diluncurkan merek Srikandi untuk produk pupuk kompos, pupuk kompos cair, dan media tanam Desa Kedungudi. Merek ini terinspirasi oleh semua pengelola dari Bank Sampah Segunung Harto Desa Kedungudi yang merupakan para ibu-ibu PKK Desa Kedungudi.

Mereka kerja keras dan tidak kenal lelah melakukan semua aktivitas bank sampah seperti mengambil, memilah, dan menimbang sampah. Kemudian juga diserahkan dua buku tentang Desa Kedungudi yang dibuat oleh Tim PPMUPT Ubaya ke Camat Kecamatan Trawas yang berjudul Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengelola Desa Wisata di Masa Pandemi – Studi Kasus Desa Kedungudi dan Evolusi Pos Pendakian Desa Kedungudi – Tahap I: Kelahiran dan Penguatan.

Festival Daur Ulang berlangsung meriah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Para peserta diingatkan dan diberikan masker bagi yang tidak membawa. Panitia menyediakan hand sanitizer dan tempat mencuci tangan bagi para pengunjung. Juga tidak lupa pengunjung dan peserta festival diingatkan untuk menjaga jarak supaya tidak terjadi klaster festival daur ulang. Acara festival diakhiri dengan pengumuman pemenang. (LPPM Ubaya for Kempalan.com)

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.