Pasuruan

Patut Diduga, Lelang di Kota Pasuruan Langgar Permen PUPR 14/2020

  • Whatsapp
Kantor Balai Lelang Pengadaan (BLP) Kota Pasuruan.

PASURUAN-KEMPALAN: Pekerjaan lelang di kota Pasuruan masih menuai sorotan tajam berbagai pihak, utamanya dari pelaku usaha jasa konstruksi. Mekanisme penilaian lelang atas penawaran pekerjaan jasa konstruksi di Unit Layanan Pengadaan (ULP) di kota Pasuruan selalu menggunakan dasar harga yang paling rendah.

Mekanisme seperti telah menjadikan harga penawaran tidak lagi kompetitif serta cenderung mengabaikan kualitas hasil pekerjaan. Dalam halaman website LPSE yang dikelola oleh ULP kota Pasuruan dijumpai beberapa nilai penawaran dengan selisih hingga 40 persen di bawah Harga Pokok Satuan (HPS).

De facto di lapangan berdasarkan data LPSE tersebut pada tender TA 2021, ditemukan 6 pemenang tender dari 14 paket yang dilelang ternyata menawar di bawah 80 persen. Terkait apakah kelompok kerja (Pokja) telah melakukan evaluasi mengikuti Permen PUPR no 14 tahun 2020 atau tidak, Kempalan telah berusaha menghubungi Kepala Balai Lelang Pengadaan (BLP) Sugiyanto. Namun hingga berita ini diturunkan, Sugiyanto belum memberi respon.

Secara terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan Ismu Hardiyanto menjelaskan akhir Mei lalu, bahwa ia telah mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak terkait kegiatan lelang di kota Pasuruan. Diakuinya, Permen PUPR No 14/2020 belum sepenuhnya dijalankan para pihak yang bertanggung jawab menjalankan lelang tersebut.

”Kami sudah ketemu dengan para OPD sert BLP dan kami memperoleh penjelasan dari mereka, bahwa memang banyak kekurangan yang terjadi selama melakukan kajian penawaran terutama bila dikaitkan dengan Permen PUPR No 14/2020. Ke depan kami akan mengusulkan agar BLP membuat pedoman atau checklist yang mengikuti ketentuan Permen PUPR No 14/2020 ini,” tegas pria yang akrab disapa Ismu saat dihubungi lewat telepon, akhir Mei lalu.

Ketika ditelusuri ke dalam Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 54 tahun 2020, ternyata Permen PUPR Nomor 14/2020 belum masuk sebagai bagian “mengingat” dari perwali tersebut. (roslinormansyah)

Berita Terkait