Minggu, 26 April 2026, pukul : 07:44 WIB
Surabaya
--°C

Megawati Soekarnoputri: Pancasila Menjawab Era Disrupsi Hasil dari Perkembangan Teknologi

JAKARTA-KEMPALAN: Sempat menjadi huru-hara di kalangan akademisi dan warganet yang “melek” akan edukasi, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri resmi menyabet gelar Profesor. Gelar Profesor bertajuk “kehormatan” ini, didapatkan Megawati dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia.

Pengesahan Profesor kepada Megawati ditetapkan secara legal adiminstratif oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Secara kontekstual, tertuang dalam keputusan Kemendikbud-Ristek nomor 33271/MPK.A/KP.05.00/2021 tentang pengangkatan dalam jabatan akademik dosen tidak tetap.

“Ditetapkan di Jakarta, 20 Mei 2021 Mendikbud Riset dan Teknologi Republik Indonesia ditandatangani Nadiem Anwar Makariem,” tulis dalam surat keputusan dari Kemendikbud-Ristek.

Dalam momentum yang sakral baginya, Megawati memberikan sebuah orasi ilmiah saat ditetapkannya sebagai guru tidak tetap. Ia memiliki fokus di sektor Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan.

Dalam orasi ilmiahnya, ia sempat menyinggung mengenai ideologi Pancasila yang relevan akan zaman disrupsi yang inheren dengan perkembangan teknologi. Ia melihat bahwa era disrupsi dapat dilewati dengan kepemimpinan berbasis pancasila.

“Disrupsi bisa diatasi dengan kepemimpinan strategik yang melekat dengan ideologi bangsa, yakni Pancasila. Pancasila menjadi dasar dan tujuan di dalam menghadapi turbulensi peradaban,” ujarnya ketika momentum penyampaian orasi ilmiah pengukuhan Profesor kehormatan “Guru Besar Tidak Tetap” pada bidang Kepemimpinan Strategik dari Universitas Pertahanan, pada Jumat (11/6).

Anak kandung dari Presiden Soekarno ini, menilai bahwa kepemimpinan strategik dalam paradigma Pancasila secara substansial menelaskan tiga hal penting. Yaitu ada filsafat, dasar haluan negara, dan perspektif negara terhadap dunia.

“Pancasila menjadi landasan yang menyeimbangkan atau bahkan mengoreksi, agar teknologi tetap menempatkan supremasi nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal,” tambahnya.

Pancasila sebagai ideologi bangsa dapat memberikan dampak yang multidimensional dalam era disrupsi. Misalnya, jika teknologi dipahami dalam sudut pandang ketuhanan, maka teknologi tersebut akan menciptakan solidaritas dan persaudaraan antara umat manusia. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.