Rabu, 24 Juni 2026, pukul : 17:02 WIB
Surabaya
--°C

Diplomasi Beras Anies Baswedan

KEMPALAN: “Kami yang diperkotaan memiliki utang budi kepada para petani. Balas budi kepada mereka mengapresiasi dengan membeli gabah (dengan harga) lebih tinggi.” — Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta.

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, itu tiba-tiba menjelma menjadi Gubernur Indonesia. Istilah Gubernur Indonesia memang ciptaan Tjahjo Kumolo, saat menjadi Menteri Dalam Negeri, pada Kabinet Indonesia Kerja (2014-2019).

Ucapan keceplosan atau keseleo lidah atau apalah namanya menjadi sulit menariknya kembali, dan lalu mengatakan, bahwa ia sadar saat mengucapkannya itu. Katanya, kan Pak Anies gubernur Jakarta dimana semua etnis berkumpul. Pernyataannya itu tidak salah, pernyataan khas pejabat yang suka ngeles.

Apa yang dikatakan Tjahjo Kumolo, politisi senior asal PDI-P, itu memang tidaklah salah untuk menggambarkan Anies Baswedan. Itu jika melihat sepak terjang Anies dalam banyak hal. Langkah terakhir yang dilakukan Anies, adalah safari ke Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Anies sadar bahwa Jakarta itu tergantung dalam banyak hal oleh provinsi/daerah lainnya. Karenanya, kerja sama mesti dibuat. Karenanya, dalam beberapa bulan ini, ia mengunjungi Kabupaten Cilacap-Jawa Tengah, (16 April). Saat balik ke Jakarta, ia mampir ke Kabupaten Kuningan-Jawa Barat, (17 April). Lalu ke Kabupaten Ngawi-Jawa Timur (25 April). Dan kemarin, Anies melakukan kunjungan ke Kabupaten Sumedang-Jawa Barat, (11/Juni).

Di Jawa Timur tidak saja ke Ngawi, tapi Anies juga ke Kabupaten Ponorogo dan Kota Madiun. Dan di Ngawi, menandatangani kerja sama dengan petani padi, yang diwakili Ony Anwar, Bupati Ngawi. Khofifah menyaksikan penandatanganan itu.

Hasil Penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah

Anies ingin memastikan pasokan beras ke Jakarta aman terkendali dan dengan harga sewajarnya, dan itu tentunya juga akan menguntungkan petani daerah karena hasil panennya dibeli dengan harga yang memadai. Upaya Anies itu upaya memutus mata rantai distribusi beras, agar harga tidak dimainkan distributor kakap yang kerap menekan petani dengan harga gabah semurah mungkin.

Saat ke Cilacap, Anies juga dalam misi yang sama. Mengadakan kerja sama pengadaan beras untuk Jakarta. Bersama H. Toto Suwarto Pamuji, Bupati Cilacap kerja sama itu ditandatangani. Tidak tampak Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyertai koleganya sesama kepala daerah. Orang lalu berspekulasi soal itu dengan adanya persaingan antarkeduanya menuju Pilpres 2024.

BACA JUGA  Termul Gagal Bahagia

Pilpres masih jauh, tapi seolah tabuhan suaranya terdengar meski dari kejauhan. Memang belum pasti keduanya terpilih, meski hanya sebagai kandidat, yang saling berhadap-hadapan di Pilpres. Karenanya, mestinya tugas-tugas pokok memajukan daerah saat ini menjadi prioritas utama. Tidak mengabaikan tugas di depan mata, karena terbebani oleh angan-angan yang belum pasti.

Maka, menjadi pantas jika lalu putri mahkota PDI-P, Puan Maharani, pada suatu kesempatan temu pengurus PDI-P Jawa Tengah, yang lalu mengingatkan agar pemimpin tidak hanya ada di medsos, tapi harus turun menemui warganya. Lebih kurang demikian penuturannya.

Berpikir Antardaerah

Anies diterima Khofifah Indar Parawansa dengan sambutan hangat penuh keramahan. Khofifah sadar betul, bahwa tamunya Anies Baswedan datang justru membawa pengharapan akan harga gabah/beras yang pasti pada para petani, khususnya di Jawa Timur. Persepsi yang sama diantara dua kepala daerah ini mencerminkan kualitas kepemimpinan.

Urusan beras ini bukan urusan remeh temeh, khususnya bagi Anies yang menyadari, bahwa Jakarta sulit bisa memenuhi kebutuhan warganya jika tidak menjalin kerjasama antardaerah. Jakarta diuntungkan oleh pasokan beras yang rutin dan terjaga, dan dengan harga yang pantas. Begitu pun daerah sentra beras akan punya kepastian harga gabah yang tidak dimainkan pedagang besar dengan seenaknya.

Anies Baswedan, Khofifah Indar Parawansa dan Oni Anwar, Bupati Ngawi, (25 April)

Diplomasi Anies menjalin kerjasama dengan daerah-daerah penyangga beras di tiga provinsi di Jawa, ini bukan langkah biasa. Justru langkah strategis yang saling menguntungkan. Ini kerja nyata yang semestinya jadi perhatian semua kepala daerah. Maka, Anies datang sendiri untuk memastikan itu semua bisa berjalan dengan baik.

Dan, diplomasi beras ala Anies Baswedan dilanjut dengan mengunjungi Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (11/Juni). Pertemuan yang diawali dengan sholat shubuh bersama di Masjid Agung Sumedang. Anies sudah tiba di masjid itu, begitu juga Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, Dony Ahmad Munir, Bupati Sumedang dan jajarannya. Setelah itu, Anies dijamu Ridwan Kamil sarapan sederhana dengan menu kupat tahu dan minuman teh hangat. Mereka duduk berduaan saja, ngobrol tampak serius. Entah apa yang diobrolkan.

BACA JUGA  MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Anak-anak Protes Jejeritan

Setelah itu mereka menuju lokasi tempat acara penandatangan kerjasama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Anies Baswedan dan Dony Ahmad Munir, Bupati Sumedang. Ridwan Kamil menyaksikan penandatanganan itu.

Awal kerjasama itu langsung ditandai dengan pengiriman 30 ton beras, dan sejumlah produk UMKM dari Kabupaten Sumedang ke Jakarta.

Anies Baswedan bersama Dony Ahmad Munir, Bupati Sumedang, melakukan Panen Raya, (11 Juni)

“Kerjasama antarwilayah yang hari ini kita mulai bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di Jakarta. Kebutuhan pangan yang aman bisa membuat harga stabil, sekaligus membuat ibu rumah tangga merasa tenang. Di sisi lain, menjadi bagian dari upaya menyejahterakan petani.”

Lanjut Anies, “Ini juga program meningkatkan kesejahteraan petani. Karena harga gabah yang nantinya akan dibeli akan menjadi lebih tinggi. Jasa besarnya (petani) dalam menyuplai pangan di Indonesia dibalas dengan harga gabah lebih tinggi sebagai apresiasi.”

Apa yang dilakukan Anies Baswedan, itu memperlihatkan kerja terukur lewat kerjasama antardaerah yang saling menguntungkan. Dan penghargaannya pada petani, itu bagian memanusiakan profesi petani yang selama ini kurang tersentuh dengan baik dalam proyek pembangunan nasional.

Diplomasi beras Anies Baswedan, ini kerja strategis dan jangka panjang. Beras merupakan kebutuhan pokok yang mesti disediakan bagi warganya (Jakarta) dengan harga yang stabil, dan juga langkahnya itu bagian dari mensejahterakan petani, karena gabah dibeli dengan harga lebih tinggi dari yang sebelumnya petani terima. Langkah yang dilakukan Anies Baswedan ini, bisa pula disebut langkah Gubernur dengan rasa, atau setidaknya aroma Presiden. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.