Teknologi Telekomunikasi

Telkom Bangun Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut di Papua

  • Whatsapp
Ilustrasi dari Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut (SKKL)

JAKARTA-KEMPALAN: PT Telkom Indonesia Tbk merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, Telkom juga menjadi katalisator dalam mempeluas jaringan telekomunikasi di Indonesia.

Dalam rangka memperluas jaringan telekomunikasi di seluruh penjuru negeri, Telkom diketahui sedang melakukan pembangunan sistematis mengenai sistem komunikasi kabel bawah laut atau disingkat SKKL. Daerah Papua Utara menjadi destinasi dari Telkom untuk membuat jaringan internet disana dapat lebih optimal.

Pemerataan teknologi telekomunikasi merupakan sebuah hal yang sangat krusial dalam kondisi yang serba modern. Seakan ada dispartias dan ketimpangan dalam bidang ini, pada beberapa daerah di Indonesia. Papua menjadi salah satu daerah yang mengalami kendala yang cukup terasa, jika dikomparasikan oleh beberapa daerah lain.

Wacana ini dikonfirmasi secara langsung oleh Ririek Adriansyah sebagai Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk. Ia mengutarakan bahwa pembangunan sistem komunikasi kabel bawah laut (SKKL) ini dalam tahapan pembangunan.

Perlu diketahui, sistem komunikasi kabel bawah laut (SKKL) akan menjadi sebuah skema rancangan yang akan menjadi jaringan kedua (cadangan) bagi Telkom di daerah Papua Utara. Perusahaan yang telah berjalan lebih dari 50 tahun ini, memiliki beberapa SKKL di daerah Sumatera, Maluku, Papua, Cable System atau SMPCS. Namun kabar yang beredar, kabel jaringan ini mengalami masalah akibat putus.

Prediksi dari para pakar dan dari pihak Telkom sendiri, sistem komunikasi kabel bawah laut (SKKL) putus akibat dari guncangan gunung berapi di bawah laut. Sehingga di SKKL baru ini, akan memiliki panjang kisaran 1.100 KM. Dimana akan terbujur dari ujung Biak hingga kota Sorong.

“SKKL yang baru, nantinya jaraknya lebih dari 100 kilometer dari SKKL yang lama. Diharapkan tersebut jauh dari palung tempat SKKL pertama putus,” tambahnya.

Menarik untuk melihat proyek pembangunan sistem komunikasi kabel bawah laut (SKKL) di daerah Papua Utara. Apakah dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap jaringan telekomunikasi pada warga setempat, atau malah tidak ada perubahan yang menonjol. (Rafi Aufa Mawardi)

Berita Terkait