Kementerian Perindustrian

Menperin: Penguasaan Teknologi Digital Tingkatkan Daya Saing Industri Pangan

  • Whatsapp
Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian Republik Indonesia

JAKARTA-KEMPALAN: Di era yang serba maju seperti sekarang, tentu sudah tidak ada sekat-sekat yang menghalangi manusia untuk berkomunikasi, bersosialisasi, hingga bertransaksi. Di sektor usaha, teknologi digital dapat dimanfaatkan dalam mempromosikan dagangan ke seluruh dunia.

Selain itu, teknologi juga dapat dikonversikan dalam hal-hal yang transaksional, seperti jual-beli online, yang secara tidak langsung dipermudah akibat merebaknya berbagai platform e-commerce yang ada di Indonesia. Narasi ini diafirmasi oleh Agus Gumiwang selaku Menteri Perindustrian RI.

Agus Gumiwang mengutarakan bahwa penguasaan teknologi digital yang juga dibarengi dengan kualitas unggul, akan berbanding lurus dengan meningkatnya daya saing pada Industri Kecil Menengah (IKM) sektor pangan di Pulau Bali.

“Berbagai program dari Kemenperin dapat dimanfaatkan dalam rangka mendukung IKM untuk bertahan, bahkan semakin berkembang di situasi yang serba baru saat ini, mulai dari program peningkatan teknologi digital, pengetahuan pengolahan, sertifikasi keamanan pangan, hingga fasilitasi pemasaran digital, baik domestik maupun global,” ujar Agus Gumiwang selaku Menteri Perindustrian, pada Senin (31/5).

Kementerian Perindustrian sebagai pihak yang juga membawahi sektor industri di seluruh Indonesia, memang secara simultan mendukung agar industri-industri kecil dapat meningkatkan strategi dalam mengakselerasikan kualitasnya.

Kemudian, Kementerian Perindustrian juga membimbing para Industri Kecil Menengah dalam memperkokoh pada penguasaan teknologi dan selalu berinovasi agar dapat bersifat adaptif di tengah keadaan pasar yang semakin kompetitif pula.

“Dunia usaha termasuk pelaku IKM pun tak lepas dari dampak perlambatan ekonomi. Namun, dinamika yang terjadi selama masa pandemi ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha untuk dapat menjawab kebutuhan pasar yang ada,” tuturnya dalam keterangan tertulis.

Pria berumur 52 tahun ini, mendukung penuh agar Kementerian Perindustrian dapat memberikan bimbingan dan support kepada Industri Kecil Menengah (IKM) agar menciptakan ekosistem yang positif pula. Lalu, e-Smart IKM juga menjadi salah satu bentuk program yang ditujukan dalam pengembangan para pelaku usaha tersebut.

IKM pangan yang kini tercatat mencapai 1,68 juta unit usaha atau 38,27 persen dari total unit usaha IKM telah memberikan sumbangsihnya dalam kemajuan industri pangan nasional dan memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia. (Rafi Aufa Mawardi)

Berita Terkait