Peluncuran Buku

“Sang Nasionalis” Buku yang Kenang Kiprah Tjuk Sukiadi

  • Whatsapp
Peluncuran buku "Sang Nasionalis" dihadiri istri dan putra-putri Tjuk Kasturi Sukiadi

SURABAYA-KEMPALAN : Sebuah buku berjudul “Sang Nasionalis” diluncurkan di Gedung Sasana Bhakti Tribuana Tungga Dewi (Yayasan BK3S), Kamis (27/5). Buku ini berisi tentang kiprah ekonom Tjuk Kasturi Sukiadi, yang wafat pada 16 Januari 2021 lalu.

Peluncuran buku ini juga dihadiri oleh istri Tjuk Kasturi Sukiadi, Indijati Sukiadi. Dia mengatakan buku ini harus menjadi pelecut supaya murid Tjuk Sukiadi tetap berkarya meski sang guru telah tiada. “Tetap terus berkarya dan harus punya manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia mencontohkan selama hidupnya, Tjuk Sukiadi dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap dunia pendidikan dan aktivis sosial. Tidak peduli apapun halangannya, dia akan menyuarakan pendapatnya dengan jiwa nasionalisme yang membara. “Dan dia tidak akan berhenti disitu, tapi membentuk kader-kader yang mandiri. Yang bermanfaat untuk negara. Yang hadir disini semua murid Pak Tjuk,” kenangnya.

Sejumlah tokoh hadir dalam peluncuran buku ini. Seperti Kepala Dinas Sosial Pemprov Jatim, Dr. Alwi M.Hum, pelawak senior Djadi Galajapo, Kepala Badan Kerjasama Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur Pinky Saptandari, serta putra dan putri almarhum Tjuk Sukiadi.

Sementara itu, Kepala BK3S Jatim Pinky Saptandari mengatakan terharu dengan peluncuran buku ini. Menurutnya, buku ini bisa jadi media bagi generasi muda untuk mengetahui sosok dan kiprah Tjuk Kasturi Sukiadi, terutama di BK3S.

Istri Tjuk Kasturi Sukiadi menandatangani buku “Sang Nasionalis”

Untuk diketahui, mantan Ketua STIE Perbanas Surabaya ini pernah menjabat sebagai Ketua Umum BK3S. Salah satu jasa terbesar Tjuk Sukiadi pada BK3S Jatim adalah terkait posisi lembaga ini yang disegani secara nasional serta terkait kepemilikan aset.

“Buku ini adalah salah satu cara menghargai dan mengenang beliau sebagai salah satu inisiator dari kegiatan kita di BK3S. Mentor. Insiator. Guru bagi kita semua. Kita kehilangan tapi sudah takdir Allah dan tugas kita meneruskan perjuangannya,” tandasnya.

Buku yang ditulis selama 3 bulan ini berisi tentang kiprah Tjuk Kasturi Sukiadi mulai dari hal yang bersifat pertemanan, ideologi, dan kepedulian di bidang pendidikan. Selain itu, juga menuliskan kiprah Tjuk sebagai relawan sosial dan kemanusiaan. Tak lupa, tentang kisah antara Tjuk Kasturi Sukiadi dengan isterinya, Indijati.

Penulis buku, Henri Sucahyo mengatakan tergerak hati untuk menulis buku mengenai Tjuk Kasturi Sukiadi. Awalnya dia sempat khawatir karena buku ini diluncurkan untuk memperingati usia ke 76 yang jatuh pada 23 Mei mendatang. Tapi takdir berkata lain dan Tjuk Sukiadi wafat 16 Januari 2021 akibat penyakit Covid19.

“Saya menulis bukan karena murid Pak Tjuk tapi makretek dan akhirnya menulis tentang beliau,” kata Henri yang menjabat sebagai Sekretaris Umum Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Timur.

Henri mengungkapkan sumber utama buku ini adalah catatan Tjuk Sukiadi yang diambil dari sejumlah sumber, salah satunya Facebook. Dia berharap buku ini bisa menginspirasi generasi muda untuk bisa berkiprah seperti yang sudah dilakukan oleh Tjuk Kasturi Sukiadi. (Nani Mashita)

Berita Terkait