Amerika Serikat

Pentagon: Rusia Bukan Musuh, Macron: Musuh Kita adalah Teroris Islam

  • Whatsapp
Tentara Rusia dan Serbia tampil selama latihan di Deliblatska Pescara, Serbia. 18.05.2021. © AP Photo/Layanan Pers Kementerian Pertahanan Serbia

WASHINGTON-KEMPALAN: Kementerian Pertahanan Amerika Serikat menolak pandangan bahwa Serbia, yang dianggap sebagai mitra oleh AS, bersalah karena bergaul dengan ‘musuh’ usai melaksanakan sejumlah pelatihan militer bersama pasukan Rusia.

Ketika menyampaikan kepada wartawan pada jumpa pers pada hari Rabu (26/5), Sekretaris Pers Pentagon John F. Kirby ditanyai tentang latihan, yang melihat pasukan elit Rusia berlatih dengan rekan-rekan mereka di negara Balkan. Permainan perang itu bertepatan dengan latihan kolosal pimpinan Angkatan Darat AS, yang dijuluki Defender-Europe 2021, yang diadakan di seluruh benua.

Seorang wartawan menunjukkan bahwa Serbia adalah anggota program Kemitraan NATO untuk Perdamaian, yang dirancang untuk meningkatkan hubungan bilateral antara blok tersebut dan negara-negara Eropa lainnya. Menggambarkan NATO sebagai “sebuah organisasi yang dibentuk untuk memerangi Rusia,” dia mempertanyakan apakah keputusan itu sama dengan “berlatih dengan musuh.”

Kirby langsung menjawab, tidak ada yang melabeli Rusia musuh. Istilah itu bukanlah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada Rusia, seraya menambahkan, dirinya akan membiarkan kedua negara berdaulat itu untuk melaksanakan hubungan bilateral yang merupakan urusan Rusia dan Serbia sendiri.

Latihan militer bersama sebelumnya antara Rusia dan Serbia telah menyebabkan kekhawatiran di negara-negara tetangga, dengan anggota parlemen Kroasia Marijana Petir menggambarkan permainan perang tahun 2016 sebagai “menusuk mata Barat.”

Namun, latihan Defender-Europe 2021 yang dipimpin Washington, ditafsirkan serupa di Rusia sebagai unjuk kekuatan di depan pintunya. Angkatan Darat AS mengatakan bahwa latihan tersebut, yang berlangsung hingga Mei, “menunjukkan kemampuan kami untuk menjadi mitra keamanan strategis di wilayah Balkan barat dan Laut Hitam sambil mempertahankan kemampuan kami di Eropa utara, Kaukasus, Ukraina, dan Afrika.”

Pada 2019, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa ketegangan dengan Rusia bukan lagi ancaman keamanan utama Barat, bertanya “siapa musuh NATO? Rusia bukan lagi musuh. Ini tetap menjadi ancaman tetapi juga merupakan mitra di area tertentu.” Ia menyimpulkan bahwa musuhnya sekarang adalah teroris, terutama teroris Islam. (Russia Today, reza hikam)

Berita Terkait