Budidaya Perikanan

Akselerasi Teknologi Dapat Tingkatkan Produksi Budidaya Perikanan

  • Whatsapp
Ilustrasi penggunaan teknologi dalam budidaya perikanan.

JAKARTA-KEMPALAN: Indonesia merupakan negara dengan potensi perikanan terbesar di Indonesia. Sebagai negara kepualuan terbesar dengan wilayah laut yang dapat dikelola sebesar 5,8 juta km, tentu sektor ini menjadi suatu hal yang strategis bagi Indonesia.

Harta karun yang luar biasa ini, harus dapat dikonversi menjadi sumer daya yang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi bangsa. Oleh karena itu, instrumen berupa teknologi dipercaya dapat menjadi solusi untuk eskalasi produksi budidaya perikanan di Indonesia.

“Sentuhan teknologi perikanan dan penerapannya akan memberikan hasil panen yang lebih baik sekaligus lebih efisiensi dan efektif,” ujar Enos Pontororing, selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Tomohon, pada Kamis (27/5).

Ia menilai, bahwa jika produktivitas mengalami pengingkatan, maka biaya produksi dapat ditekan dan akan selaras dengan pendapatan dari pelaku perikanan akan bertambah. Budidaya perikanan menjadi salah satu variabel yang krusial di sektor perikanan. Hal ini berkesinambungan dengan perannya dalam menunjang persediaan pangan masyarakat.

Kemudian, optimalisasi sektor perikanan dan kelautan dapat membuka pintu penermiaan negara eksportir. Hal ini disebabkan oleh sektor perikanan di daerah Tomohon, menjadi patron dalam perekonomian nasional maupun di daerah setempat.

“Pembangunan usaha perikanan selalu menjadi prioritas, termasuk Kota Tomohon yang menetapkan sektor ini sebagai salah satu sektor unggulan guna mendukung misi pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor dan dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan,” imbuhnya.

Enos Pontororing menjelaskan bahwa, para pelaku usaha dan para stakeholder di setkro perikanan dan keluatan harus tekun dan serius dalam mengakselerasikan sektor vital ini. Sumber daya alam yang dimiliki oleh negeri ini, harus dapat diolah dengan maksimal bagi kemakmuran masyarakat di daerah Tomohon itu sendiri.

Yang menjadi miris di daerah Tomohon, banyak lokasi dan parit-parit perikanan yang harus tergusur dan tergerus, akibat dari adanya konversi lahan untuk didirikan tempat tinggal (pemukiman) dan perumahan. (Rafi Aufa Mawardi)

Berita Terkait