YERUSALEM-KEMPALAN: Akun Twitter resmi berbahasa Arab Israel mengutip sebuah ayat dari Al-Quran pada Selasa (18/5) malam dalam sebuah tweet yang juga menunjukkan pemboman tanpa pandang bulu di Gaza.
Melansir dari Daily Sabah, tweet tersebut menampilkan sebuah ayat dari Alquran Surah Al-Fil, yang mengacu pada hukuman Tuhan yang dijatuhkan kepada penguasa tirani, Abrahah dari Yaman, yang memimpin pasukan gajah dalam upaya menghancurkan Ka’bah di Mekah serta berakhir secara tragis.
“Tidakkah engkau perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?” kata tweet itu, mengutip ayat pertama surat tersebut.
“Ini adalah pengingat akan kemampuan Tuhan untuk mendukung mereka yang benar atas kebohongan, terutama karena Hamas adalah tangan Iran yang berusaha untuk menyulut wilayah tersebut,” kata Israel dalam tweet lanjutan, melabeli agresinya terhadap Palestina, yang telah menyebabkan puluhan warga sipil termasuk puluhan anak terbunuh sejauh ini, sebagai tindakan yang didukung oleh Tuhan.
Israel juga menambahkan dalam tweet lanjutan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyerang “target Hamas” di Gaza.
Menurut para penganat, Media Israel biasanya menggunakan ayat-ayat tersebut untuk menarik perhatian umat Islam dan membenarkan serangannya terhadap Palestina.
Tentara Israel telah melancarkan serangan gencar di Gaza sejak 10 Mei, menewaskan sedikitnya 218 warga Palestina, termasuk 61 anak-anak dan 35 wanita, dan melukai 1.500 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Dalam serangan tanpa pandang bulu baru-baru ini, Israel juga menargetkan pers dan jurnalis Turki, yang menuai kecaman dari lembaga pers di seluruh dunia.
Serangan udara di Gaza didahului oleh hari-hari ketegangan dan agresi Israel di Yerusalem Timur yang diduduki, di mana ratusan warga Palestina diserang oleh pasukan Israel di Masjid Al-Aqsa dan di lingkungan Sheikh Jarrah.
Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel tahun 1967 dan mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. (Daily Sabah/Anadolu Agency, Belva Dzaky Aulia)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi