KEMPALAN: Etnis yahudi dalam sejarahmya menuai banyak persoalan. Menimbulkan ketidaksukaan meluas di Eropa. Kaum Kristen dan Katolik pun memusuhinya. Puncaknya adalah semangat pelenyapan bangsa yahudi besar-besaran, dan itu saat Partai Nazi berkuasa di Jerman (1933-1945).
Maka keluarga yahudi yang berpunya, mereka melarikan diri ke Amerika, atau bahkan ke Palestina, yang menurutnya sebagai “tanah yang dijanjikan”. Eksodus keluarga Yahudi dilakukan besar-besaran. Dimulai dari pertengahan 1930-an.
Dari Jerman, orang tua Henry Kissinger mengangkut seluruh keluarganya beremigrasi ke Amerika (1938). Saat itu Nazi Jerman tengah berkuasa, dan menunjukkan sikap anti-yahudi. Di kemudian hari, Henry Kissinger, menjadi Menteri Luar Negeri AS, (1973-1977), paling fenomenal.
Begitu pula dari Belarusia, keluarga Shimon Peres (1937), meninggalkan tanah kelahirannya menuju Palestina. Di kemudian hari, Shimon Peres, dikenal sebagai Perdana Menteri Israel.

Banyak pula tokoh yahudi dikemudian hari, yang selamat dari holocaust, karena kesigapan orang tua yang menyelamatkan anak-anak dan keluarga mereka, menjadi tokoh di banyak bidang. Mereka tumbuh dengan semangat rasis membela etnis yahudi dengan caranya.
Eksodus kaum yahudi itu diterima dengan baik di bumi Palestina oleh bangsa Arab (Islam, Kristen, Katolik). Sebelumnya memang sudah ada minoritas yahudi yang tinggal di sana, dan hidup berdampingan baik dengan bangsa Arab. Saat itu Islam di sana menjadi agama mayoritas.
Semakin banyaknya yahudi yang datang, itu seolah Eropa tengah “memindahkan persoalan” (move the matter) ketidaksukaannya pada etnis yahudi ke Palestina. Semakin banyak bangsa yahudi yang datang, maka persoalan mulai muncul mengusik tuan rumah. Dan lalu di tahun 1948, mendirikan negara Israel.
Adalah Inggris yang jauh hari memberi jalan pendirian negara Israel lewat Deklarasi Balfour. Sebuah pernyataan terbuka pemerintah Inggris (1917), berisi dukungan bagi pembentukan sebuah negara Israel di Palestina. Hal yang menguntungkan Israel, setelah lama mengimpikannya.

Arthhur James Balfour, adalah Menteri Luar Negeri Inggris. Nama belakangnya (Balfour), dipakai sebagai nama deklarasi berupa surat yang ditujukan kepada tokoh komunitas Yahudi Inggris, Lord Rothschild.
Itulah sebenarnya impian Theodor Herzl, yahudi asal Austria, yang berharap kehadiran negeri zionis Israel. Impian sejak ia mendirikan gerakan zionisme di tahun 1896. Dan dikemudian hari terjawab oleh “tawaran” Balfour.
Impiannya adalah bagaimana seluruh etnis yahudi di Eropa bisa ditampung di satu negeri. Menurutnya, dengan memiliki negeri sendiri maka eksistensi yahudi menjadi ada. Tidak sebagai etnis yang berpencar dan mendapat perlakuan tidak selayaknya.
Pikirnya, perlu membeli lahan kosong yang cukup untuk menampung diaspora yahudi Eropa untuk berpindah tempat. Dan yang paling memungkinkan adalah membeli lahan kosong di Afrika, dipilihnya lahan di Rhodesia. Atau di Amerika Latin. Tapi pilihannya itu mendapat kritikan tokoh-tokoh yahudi lainnya, bahwa tawarannya itu tidak akan menarik buat etnis yahudi untuk mau berbondong-bondong pindah ke sana.
Beda dengan jika itu di Palestina, itu bisa buat etnis Yahudi tertarik untuk beremigrasi. Ada suasana historis beribu-ribu tahun lalu, dan itu tertulis dalam Perjanjian Lama. Eksodus etnis yahudi ke Palestina tidak dapat dibendung apalagi sentimen anti-yahudi marak di Eropa.
“Disisakan Sedikit”
Yahudi itu bangsa yang terusir dari Eropa. Saat Jerman invasi ke Polandia (1939), itu yang memicu Perang Dunia I, dan lalu Jerman “mencaplok” beberapa negara di Eropa. Maka warga yahudi menjadi sasaran di negara-negara yang ditundukkan untuk dilenyapkan.
Tidak tahu persis kenapa Hitler memusuhi yahudi. Ada yang mengatakan, bahwa kematian ibunya yang misterius, saat hidup dengan ayah sambungnya yang yahudi. Pikirnya, ibunya mati di tangan bengis laki-laki yahudi itu. Ada yang mengatakan, bahwa Hitler itu sendiri adalah berketurunan yahudi. Kok bisa yahudi (Hitler) memusuhi yahudi? Misteri itu tidak ada yang bisa mengungkap, seperti juga misteri kematian ibunya.
Populasi yahudi di Eropa saat itu diperkirakan sekitar 9 juta. Dan duapertiganya, sekitar 6 juta dibantaianya dengan berbagai cara. Ada yang dengan cara kerja paksa, kelelahan dan mati. Ada yang dipindahkan dari satu negeri ke negeri lain dengan kereta barang yang tertutup rapat. Tentu mayoritas akan mati kehausan atau kekurangan oksigen. Sedang yang masih selamat, digiringnya ke ruang pembantaian gas beracun. Auschwitz adalah salah satu kamp gas beracun di Polandia yang dianggap paling menakutkan.

Dari 6 juta etnis yahudi yang dibantai mati, itu ada sekitar satu juta anak-anak, dua juta perempuan, dan 3 juta laki-laki. Sekali lagi kok sampai segitu bencinya Hitler pada bangsa yahudi tidak ada yang bisa menjelaskannya.
Tapi ada ungkapan yang konon disampaikan Hitler yang amat populer, meski tidak mengungkapkan secara ditail kenapa ia membunuh massal etnis yahudi, tapi cukup memberi alasan meski subyektif. Itu bisa dilihat dari sikap zionis yahudi dalam kasus Palestina, yang bertindak barbar dan bengis, mengusir pemilik sah tanah yang menerima kedatangannya sebagai tamu dengan baik.
Begini kata Hitler, mengungkap alasan kenapa dia bantai bangsa yahudi dan menyisahkannya sedikit.
“Saya bisa saja menghabisi yahudi di muka bumi ini, tapi saya biarkan beberapa dari mereka untuk tetap hidup, agar kelak dunia tahu mengapa saya bunuh mereka”.

Meski apa yang dilakukan Hitler adalah holocaust, yang itu di luar batas kemanusiaan, menjadi aneh cara-cara jahat itu juga dilakukan zionis yahudi pada bangsa Arab Palestina. Bangsa yang menampungnya dari kejaran pembunuhan anti-yahudi di Eropa.
Zionis Yahudi dalam konteks kasus Palestina memang super jahat, dan apa yang disampaikan Hitler dalam pernyataannya itu membuktikan pada saat ini, bahwa kejahatan dari mereka yang disisakannya (yahudi) itu terbukti kebenarannya.
Jika melihat apa yang dilakukan zionis yahudi di Palestina saat ini, lalu ada yang mengatakan kenapa Hitler harus menyisakan yahudi itu meski sedikit, kenapa tidak dihabiskan sekalian. Maka yang mengatakan demikian bisa disebut rasis oleh mereka pemuja zionis yahudi di negeri ini. Apa ada ya? Ada, dan mereka mendapat julukan “yahudi pesek”. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi