BEIJING – KEMPALAN: China telah membatalkan pendakian Gunung Everest karena kekhawatiran akan mengimpor kasus COVID-19 dari negara tetangga Nepal, lapor media pemerintah.
Penutupan itu dikonfirmasi dalam pemberitahuan Jumat (14/5) dari Administrasi Umum Olahraga China, kata kantor berita resmi Xinhua.
Langkah tersebut mencerminkan banyaknya kewaspadaan yang telah diambil China dalam menangani pandemi. Sementara China sebagian besar telah mengekang penularan virus korona domestik, Nepal mengalami lonjakan dengan rekor jumlah infeksi dan kematian baru.
Melansir dari APNews, China telah mengeluarkan izin kepada 38 orang, semuanya warga negara China, untuk mendaki gunung setinggi 8.849 meter (29.032 kaki) musim semi ini. Nepal telah memberikan izin kepada 408 orang. Pendakian tidak diizinkan dari kedua sisi tahun lalu karena pandemi.
Di Nepal, beberapa pendaki melaporkan dinyatakan positif COVID-19 setelah mereka sampai di base camp Everest.
Bulan Mei biasanya memiliki cuaca yang terbaik untuk mendaki Everest. Skor terbaik ada di minggu ini dan lebih banyak diharapkan untuk mencoba akhir bulan ini setelah cuaca membaik. Dua pendaki tewas di sisi Nepal, satu Swiss dan satu Amerika.
China sebelumnya mengatakan akan membuat garis pemisah di puncaknya dan melarang orang-orang di sisinya untuk melakukan kontak dengan siapa pun di pihak Nepal. Tidak jelas bagaimana itu akan dilakukan. (APNews, Abdul Manaf Farid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi