JAKARTA-KEMPALAN: PT Pertamina (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbesar di Indonesia. Pertamina memiliki tupoksi untuk melakukan pengelolaan pada dimensi penambangan gas dan minyak bumi di Indonesia. Pertamina menjadi salah satu perusahaan BUMN yang menghasilkan keuntungan hingga 71,1 miliar USD.
Baru-baru ini, Pertamina melakukan kerja sama dan menjalin kemitraan dengan PT ExxonMobil. Perlu diketahui bahwa perusahaan ExxonMobil merupakan perusahaan minyak dan gas terbesar yang diperdagangkan secara publik, dengan menggunakan teknologi dan inovasi dalam memenuhi berbagai kebutuhan energi.
Manifestasi dari sinergitas yang terjalin antara kedua perusahaan terbesar di Indonesia ini, tidak lain adalah untuk mengembangkan perihal riset dan teknologi rendah karbon. Hal ini juga sebagai upaya dari perusahaan untuk mewujudkan transformasi bisnis Indonesia yang lebih green economy dan fokus pada energi terbarukan.
“Rencana kerja sama dengan ExxonMobil ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo melakukan transformasi bisnis ke arah green economy yang berfokus pada energi baru dan terbarukan,” ucap Nicke Widyawati selaku Direktur Utama Pertamina dalam keterangan tertulis, Rabu, (12/5).
Nicke Widyawati mengutarakan bahwa mengembangkan teknologi rendah karbon secara harfiah adalah Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Di mana hal ini untuk dapat melakukan tekanan pada emisi karbon sebagai representasi dari Enhance Oil and Gas Recovery di sumur-sumur Pertamina untuk meningkatkan produksi migas negara.
Selain itu, Pertamina dan ExxonMobil akan melakukan kajian ilmiah terkait manuvernya pada pengembangan dan implementasi teknologi rendah karbon. Dimana nantinya juga akan linear pada tercapainya emisi net-zero dalam mempromosikan global climate goals.
“Implementasi teknologi carbon capture bagian dari delapan agenda green energy transition Pertamina yang akan menjamin keberlanjutan bisnis di masa depan,” imbuhnya.
Teknologi dengan kode nama CCS, akan diejawantahkan dalam bingkai penerapan proses injeksi CO2 ke dalam lapisan subsurface untuk diterapkan pada depleted reservoir di wilayah kerja Pertamina, serta mengkaji potensi skema hubs and cluster. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi