JAKARTA-KEMPALAN: Zaman yang semakin canggih dengan warna-warna teknologi yang semakin mewarnai segala sektor dan industri, memunculkan berbagai perusahaan yang membawa nafas segar bagi dunia teknologi. Perusahaan ini seakan berlomba-lomba dalam mengembangkan berbagai rancangan dan produk teknologi untuk dapat mengokohkan posisinya di singgasana kompetisi pasar internasional.
Seperti halnya Xiaomi, salah satu brand asal Tiongkok yang fokus pada pengembangan berbagai produk teknologi. Xiaomi hadir sebagai anti-tesa bagi brand-brand asal Eropa yang acap kali menawarkan suatu produk teknologi dengan harga yang tinggi. Xiaomi hadir dengan menawarkan produk teknologi canggih dengan harga yang relatif terjangkau.
Xiaomi tidak terjebak dengan zona nyaman memproduksi smartphone dan produk serupa yang memang sukses besar di pasar internasional. Perusahaan ini berupaya untuk mulai masuk ke dalam industri yang memiliki iklim yang kompetitif dengan adanya para perusahaan pemegang pasar, yaitu industri otomotif.
Industri ini secara gamblang merupakan salah satu industri yang memiliki nilai jual yang tinggi dan terkesan ekslusif. Karena sudah ada korporasi besar yang memegang segmentasi ini, seperti BMW, Mercedes Benz, Tesla, hingga perusahaan mainstream seperti Honda, Toyota,dan Daihatsu.
Berangkat dari perusahaan dengan basis teknologi, Xiaomi akan masuk ke dalam industri ini dengan menawarkan teknologi yang belum dimiliki oleh beberapa brand otomotif. Xiaomi menargetkan akan mulai menjual mobil pertamanya pada tahun 2023 mendatang.
Melansir dari situs berita China, ITHome, dimana brand Xiaomi mencanangkan beberapa merek dagang yang kontekstual dengan strategi mobil listrik. Hal ini diberi nama sebagai “Internet of Vehicle and Xiaomi Zhillian”.
Walaupun belum ada konfirmasi yang akuntabel dari pihak Xiaomi terkait dengan proyek dengan nama Internet of Vehicle. Namun cukup dapat diprediksi bahwa ada peluang Xiaomi akan mencoba mengimplementasikan teknologi yang ada dalam smartphone ke dalam produk-produk otomotif.
Kemudian, terkait nama Xiaomi Zhillian diduga sebagai nama dari model produk otomotif yang sedang digarap oleh Xiaomi untuk pasar regional. Sebelumnya, Xiaomi dikabarkan berencana membuat kendaraan listrik menggunakan fasilitas pabrik Great Wall Motors Company Limited.
Menurut sumber anonim yang mengetahui langsung proyek ini, perusahaan berambisi untuk menjadi perusahaan teknologi baru yang ikut bersaing dalam pengadaan mobilitas pintar. Saham Xiaomi ditutup naik 6,3 persen setelah melaporkan rencana ini. Sementara saham Great Wall Hong Kong berakhir 10,4 persen dan saham di Shanghai naik dengan batas harian maksimum 10 persen. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi