Jumat, 15 Mei 2026, pukul : 10:55 WIB
Surabaya
--°C

Bipang Ambawang, Babi, Jokowi, dan Putin

KEMPALAN: Baru saja jagad dunia maya dihebohkan dengan pidato Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi produk lokalnya yang diunggah pada Kanal Youtobe Kementerian Perdagangan pada 5 Mei 2021.

Ia menyebutkan salah satu kuliner ternama dari Kalimantan, Bipang Ambawang yang sekilas terdengar seperti “Jipang”, makanan beras asal Pasuruan. Namun Bipang Ambawang adalah makanan yang sepenuhnya berbeda.

Bipang Ambawang adalah makanan asli dari Kalimantan Barat yang memiliki bahan pokok dari Babi. Istilah Bipang adalah singkatan dari “Babi Panggang”. Memang, Indonesia juga punya kuliner yang berasal dari Babi dan sekilas permasalahan itu bukanlah sesuatu yang perlu dibesar-besarkan, namun pernyataan itu menjadi heboh karena disampaikan ketika Bulan Sucu Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Berbagai tanggapan pun muncul, semisal dari Fadjroel Rachman, Juru Bicara Presiden yang mengatakan melalui akun Twitter-nya pada Sabtu (8/5) bahwa yang dimaksud Jokowi adalah makanan “Bipang” atau “Jipang” yang berasal dari beras.

Adapun Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi memberikan klarifikasi pada hari Sabtu juga bahwa para audiens harus melihat konteks yang disampaikan Presiden Jokowi yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai produk lokal sembari menyampaikan permintaan maaf.

Presiden Jokowi sendiri belum memberikan klarifikasi secara langsung mengenai permasalahan Bipang Ambawang ini.

Pernyataan berkaitan dengan babi juga pernah terjadi, namun disampaikan oleh pejabat negara lain.

Pada Minggu, 15 November 2017, Menteri Pertanian Rusia Alexander Tkachev mengutarakan bahwa negaranya akan mengekspor Babi ke Indonesia. Hal ini membuat Presiden Rusia, Vladimir Putin menyela dan mengatakan bahwa Indonesia adalah negara mayoritas Muslim yang pantang mengonsumsi Babi.

Ketika Mentan-nya bersikukuh bahwa penduduk Indonesia mengonsumsi Babi, Putin pun mengatakan “tidak, tak mungkin” seraya tertawa terbahak-bahak sambil menutup wajahnya usai mendengar pernyataan dari Tkachev.

Pada akhirnya Tkachev meluruskan bahwa ekspor Babi yang ia maksudkan adalah ke Korea Selatan, bukan ke Indonesia. (reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.