JAKARTA-KEMPALAN: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah memimpin peta elektabilitas calon presiden (capres) berlatar belakang kepala daerah. Hal tersebut terungkap dalam hasil survei “Peluang dari Timur” yang dirilis KedaiKOPI, di Jakarta, Kamis (6/5/2021).
Anies menjadi tokoh daerah dari wilayah Indonesia bagian barat yang meraih dukungan 38,2%, disusul Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo (29%), Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (21%), Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa 9,6%, dan Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah (2,2%).
Zulkieflimansyah unggul dalam peta elektabilitas tokoh kepala daerah wilayah Indonesia bagian timur. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut meraih dukungan 20,8%, disusul Gubernur Bali I Wayan Koster (15,2%), Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor (12,3%), Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat (7,1%), dan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut Olly Dondokambey (6,3%).
Direktur KedaiKOPI, Hendri Satrio mengatakan tampilnya Anies dan Zulkieflimansyah yang merepresentasikan wilayah barat dan timur pada Pilpres 2024, tentu menjadi isu menarik.
“Tentunya kalau kombinasi kepala daerah dari barat dan timur itu akan lebih melengkapi ya. Misalnya, Pak Anies dengan beberapa kepala daerah bagian timur kan ada banyak tuh. Ada Pak Zulkieflimansyah, ada Pak Koster, ada Pak Viktor Laiskodat, kan banyak tuh,” kata Hendri dalam keterangannya, Jumat (7/5/2021).
Keunggulan Anies dan Zulkieflimansyah, seakan-akan mengonfirmasi isu yang selalu menguat setiap kali keduanya bertemu dalam berbagai kesempatan. Dalam unggahan dalam akun media sosial Facebook Zulkieflimansyah, banyak warganet yang “menjodohkan” keduanya untuk berduet pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2024.
Survei KedaiKOPI juga memotret tingginya ketertarikan warganet untuk memiliki pemimpin berlatar belakang kepala daerah. Tokoh berlatar belakang kepala daerah menempati posisi kedua paling difavoritkan untuk memimpin Indonesia, dengan dukungan 17,6%. Angka ini hanya kalah dari tokoh berlatar belakang TNI yang meraih 27,4%.
Kans Zulkieflimansyah untuk tampil pada pilpres juga diperkuat dengan tingginya dukungan responden yang menjagokan PKS sebagai representasi partai Islam untuk mengusung calon wakil presiden (cawapres). Sementara itu, sejumlah kalangan memperkirakan Anies bakal diusung oleh Partai Nasdem dengan berkoalisi bersama PKS.
Saat dihadapkan pada pertanyaan terkait partai mana yang dianggap paling mungkin memajukan nama cawapres, PKS tampil sebagai partai Islam dengan kans tertinggi yaitu 40%, disusul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 27,1%, Partai Persatuan Pembangunan (17,1%), Partai Amanat Nasional (15,8%).
Tampilnya kepala daerah dari dua wilayah ini juga saling menguatkan karena kepala daerah dari barat dan timur diyakini lebih memahami kondisi di wilayah masing-masing.
“Kalau barat dan timur itu saling menguatkan, jadi satu itu baik sekali. Jadi akan lebih memahami apa yang ada di barat dan apa yang ada di timur,” ucap Hendri.
Oleh karena itu, salah satu hal yang ingin dicapai lewat survei yang digelar KedaiKOPI tersebut adalah melakukan pemetaan elektabilitas kepala daerah di Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur.
“Jadi yang selama ini beredar kan adalah nama-nama kepala daerah yang ada di Indonesia barat saja. Anies, Ganjar, Ridwan Kamil, Knofifah. Tapi belum ada tuh yang melakukan uji elektabilitas terhadap kepala daerah di Indonesia timur,” kata Hendri.
Survei digelar pada 10-19 April 2021. Metode survei yang digunakan face to face interview. Ada 1.215 responden berusia 17-65 tahun dalam survei tersebut, sedangkan angka margin of error sebesar ± 2,81% pada tingkat kepercayaan 95%. (be/ist)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi