KUALA LUMPUR-KEMPALAN: Malaysia Open yang dijadwalkan 25 Mei hingga 30 Mei, telah ditunda karena meningkatnya kasus COVID-19 di negara Asia Tenggara, kata penyelenggara pada Jumat (7/5)).
Sementara itu, Malaysia pada Rabu (5/5) memberlakukan pembatasan pergerakan di ibu kota Kuala Lumpur karena peningkatan jumlah infeksi COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir.
Acara Super 750 di HSBC BWF World Tour adalah acara kedua dari belakang di mana calon Olimpiade dapat mengumpulkan poin menuju peringkat Race to Tokyo – sebuah program yang menentukan siapa yang memenuhi syarat untuk Olimpiade Musim Panas yang dimulai pada 23 Juli.
Melansir dari Channelnewsasia, Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) dan badan global Federasi Bulu Tangkis Dunia ( BWF) mengatakan dalam pernyataan bersama bbahwa semua upaya telah dilakukan oleh penyelenggara dan BWF untuk menyediakan lingkungan turnamen yang aman bagi para peserta, tetapi lonjakan kasus terbaru membuat tidak ada pilihan selain menunda turnamen.
Acara Super 750 di HSBC BWF World Tour adalah acara di mana calon Olimpiade Tokyo dapat mengumpulkan poin menuju peringkat Race to Tokyo – sebuah program yang menentukan siapa yang memenuhi syarat untuk Olimpiade Musim Panas yang dimulai pada 23 Juli.
Kementerian Olahraga India, yang sangat terpengaruh oleh lonjakan kasus COVID-19 di India, pada hari Kamis (6/5) meminta pengecualian larangan perjalanan untuk memungkinkan para pemainnya bersaing di turnamen.
Sementara itu, Penundaan India Terbuka, yang dijadwalkan di Delhi antara 11 Mei hingga 16 Mei, telah memberikan pukulan telak bagi pebulutangkis India yang berharap bisa mengamankan tempat berlabuh di Olimpiade.
Periode Race to Tokyo akan berakhir pada 15 Juni dan kualifikasi terakhir adalah Singapore Open, yang dijadwalkan mulai 1 Juni. (channelnewsasia, Abdul Manaf Farid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi