JAKARTA – KEMPALAN: Kementerian agama yang memiliki fokus pada persoalan di bidang keagamaan, juga memiliki fokus proses sertifikasi halal pada produk-produk tertentu. Hal ini ditugaskan dalam Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang secara terkhusus pada peningkatan layanan tersebut. BPJPH melakukan proses eksplorasi pada sektor teknologi yang memiliki potensi dalam support development layanan halal.
BPJPH mulai melebarkan sayapnya dalam pemahaman teknologi artificial intelligence di proses sertifikasi halal. Hal ini diinisiasi dengan kunjungan tim BPJPH ke Artificial Intelligence Center Indonesia (AICI) di Gedung Lab Riset Multisiplin Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI).
“Kunjungan ini kami maksudkan untuk mengenal lebih dekat Artificial Intelligence. Harapannya, kami dapat melakukan diskusi dengan pengelola AiCI dan mengeksplorasi ide-ide baru untuk mendukung peningkatan layanan BPJPH,” tutur Mastuki selaku Plt Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Depok, Senin (3/5).
Penyelenggara Jaminan Produk Halal memilki lingkup yang sangat luas, dimana proses bisnis melibatkan berbagai stakeholder. Penerimaan layanan BPJPH berjumlah sangat banyak dan masif, bahkan lingkupnya sampai ke ranah internasional.
Menurut Mastuki, situasi dan kondisi yang ada memberikan tantangan yang harus dihadapi secara kolektif. Karenanya, pihak dari BPJPH secara gradual melakukan upaya-upaya yang sifatnya inovatif dan kreatif. Ia mengaharapkan pihak BPJPH akan bersikap inklusif dan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder yang fungsional.
“Kami berharap ada terobosan teknologi yang dapat memudahkan dan mempercepat berbagai aktivitas layanan halal. Misalnya, sosialisasi dan edukasi halal dari mengenali bahan, penggunaan bahan, proses produksi halal, titik kritis kehalalan, dan sebagainya sampai sedetail mungkin. Itu sangat mungkin dilakukan dengan AI,” imbuhnya.
Penggunaan teknologi, termasuk teknologi artificial intelligence, potensial untuk mendukung proses layanan JPH, mulai dari sosialisasi dan pembinaan, sertifikasi halal, pendampingan UMK berorientasi halal, penyiapan SDM di bidang halal, dan web-based services untuk digitalisasi layanan yang menjadi program unggulan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi