LIVERPOOL – KEMPALAN: Dalam wawancara eksklusif pada peringatan 10 tahun kemenangan gelar Bundesliga pertamanya bersama Borussia Dortmund, Jurgen Klopp mengungkapkan analisisnya terkait masalah finishing yang terjadi di Liverpool.
“Kami telah melihat dengan sangat rinci semua peluang yang kami ciptakan selama tujuh atau delapan pertandingan terakhir untuk mendapatkan gambaran umum” ungkap Klopp.
“Ini bukan masalah keberuntungan. Tentu ada saat-saat di mana kita tidak beruntung. Namun, jika itu sering terjadi, pasti ada hal lain.” tambah pria yang menjabat sebagai kepala pelatih di Liverpool itu.
“Satu hal yang harus kami perbaiki adalah penyelesaian. Kami harus menyelesaikan masalah ini. Kami telah menciptakan 36 peluang dalam tiga pertandingan terakhir dan hanya mencetak dua gol. Itu jelas tidak cukup.” ucap mantan pelatih Dortmund itu.
Hasil imbang melawan Newcastle menunjukkan masalah yang mengintai Liverpool musim ini. Gol awal seharusnya menjadi katalisator untuk gol-gol lain, namun banyak peluang terbuang dan momentum bergeser di menit akhir laga. Tim yang harusnya bisa menang malah gagal meraih kemenangan.
“Kami kebobolan cukup banyak di menit akhir pertandingan dalam dua pertandingan terakhir.” kata Klopp tentang hasil imbang melawan Newcastle dan Leeds.
Manajemen permainan adalah masalah utama Liverpool, tetapi masalah itu tidak akan pernah muncul dengan sendirinya seandainya The Reds mematikan permainan jauh sebelum mendekati menit akhir. Semuanya kembali ke masalah penyelesaian.
Ketika Klopp menonton pertandingan itu kembali, dia akhirnya dapat mengkonfirmasi apa yang sudah dia ketahui. Liverpool punya banyak peluang. Namun, banyak dari pemain yang tidak mampu memaksimalkanya.
Tidak ada tim yang mengandalkan penyerang mereka seperti Liverpool. Selalu begitu. Dalam statistik jumlah gol yang dicetak oleh striker, The Reds masih mengungguli Manchester City dan tim lain di klasemen.
Namun, mereka membutuhkan lebih banyak gol. Sistem tidak akan berfungsi tanpa penerusan. Masalah utamanya adalah keyakinan para pemain yang semakin lemah.
“Kami bisa melihat para pemain tidak cukup percaya diri saat ini. Mereka tidak menggunakan sentuhan pertama mereka. Mereka ingin memastikan bola berada di posisi yang tepat, tapi itu sudah terlambat saat bek masuk.” kata Klopp.
“Contoh yang bagus adalah Mo Salah dua tahun lalu saat melawan Chelsea. Bola panjang di sisi kanan. Mo menggiring bola ke dalam dan menembakkan bola dari putaran sekitar 25 yard ke sudut jauh. Itu gol yang bagus. Itu bahkan bukan peluang karena di sana ada tujuh atau delapan pemain di antaranya.” kata pelatih asal Jerman itu.
“Ketika Anda sangat percaya diri, Anda hanya ingin masuk dan mencobanya. Kami tidak melakukan ini cukup sering musim ini dan ketika kami menembak dari jarak jauh, kami sering tidak mencapai target.” tambahnya.
Menurut Klopp, ini adalah permasalahan yang bersifat psikologis. Dia berkata bahwa “Saya sudah berbicara dengan mereka, membantu mereka menemukan solusi. Anda dapat melakukannya dalam latihan. Semuanya terlihat akan baik-baik saja, tetapi saat permainan dimulai dan bola pertama tidak masuk, bola kedua tidak masuk, dan bola ketiga tidak masuk. Ini seperti luka yang berdarah lagi.”
“Kami akan menggunakan analisis ini agar bisa lebih baik lagi musim depan.” ucapnya.
Namun, saat ditanya terkait pertandingan melawan Manchester United, Klopp menjawab “Ini tidak seperti kami akan menyerah musim ini”
“Kami masih memiliki kompetisi Eropa untuk dimainkan. Apakah itu Liga Champions atau Liga Europa. Kami akan mencoba segalanya. untuk memenangkan sebanyak mungkin.”
Sebagai penutup Klopp juga menyatakan bahwa dia tidak akan menyerah pada pemainnya, dia berkata: “Yang pasti, saya tidak akan berhenti mempercayai tim ini dan tentu saja para pemain. Ini tahun yang sulit. Kami harus melewati ini. Kami terus maju.” (Sky Sport, Edwin Fatahuddin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi