BAGHDAD-KEMPALAN: Kurangnya tindakan pencegahan kebakaran dan penggunaan bahan bangunan yang mudah terbakar kemungkinan menyebabkan penyebaran kobaran api mematikan yang meruntuhkan sebuah rumah sakit di Baghdad, menewaskan 82 orang dan melukai 110, sebuah laporan oleh pertahanan sipil Irak mengatakan pada Selasa (27/4).
Melansri dari Arab News, laporan tersebut menyatakan bahwa tidak ada alat penyiram atau sistem peringatan dini di gedung tempat pasien COVID-19 dirawat.
Laporan tersebut menambahkan bahwa pembangunan rumah sakit tersebut menggunakan bahan bangunan yang mudah terbakar sehingga si jago merah mudah menyebar.
Laporan pertahanan sipil mengatakan tim pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian tiga setengah menit setelah kobaran api, dan api telah menyebar ke sebagian besar lantai.
“(Laporan) menunjukkan bahwa ada kegagalan untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan di bawah instruksi pertahanan sipil,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Mayjen Khaled Al-Muhanna, kepada kantor berita negara INA pada hari Senin.
“Investigasi masih dalam tahap awal dan ahli belum menyerahkan laporannya kepada bukti forensik, [tetapi] kecil kemungkinannya bahwa kecelakaan itu adalah pembakaran … Sebagian besar kecelakaan serupa terjadi karena kelalaian atau aliran listrik pendek,” tambahnya
Api diyakini telah dimulai setelah tangki oksigen meledak, CNN mengutip dua pejabat kesehatan di rumah sakit tersebut
Korban tewas yang tinggi disebabkan oleh kegagalan sistem oksigen dan menghirup asap, tambah laporan itu. (Arab News/INA/CNN, Belva Dzaky Aulia)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi