Selasa, 26 Mei 2026, pukul : 13:04 WIB
Surabaya
--°C

Jokowi: Vaksinasi Massal di Indonesia Terbesar Ketiga di Asia

JAKARTA – KEMPALAN : Sebanyak 3,852 juta dosis vaksin siap pakai dari Covax Facility kembali tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara urutan ketiga yang melaksanakan vaksinasi massal.
“Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah pemberian vaksin Covid-19 terbesar ketiga di kawasan Asia setelah Republik Rakyat Tiongkok dan India. Meski demikian, untuk mencapai tujuannya, program vaksinasi massal yang diberikan secara gratis oleh pemerintah masih memerlukan dukungan semua pihak,” ujar Jokowi, dikutip dari akun Instagramnya Selasa (27/4).
Kedatangan vaksin baru ini merupakan hasil upaya diplomasi dalam rangka menjamin ketersediaan stok vaksin Covid-19. “Vaksin-vaksin ini seluruhnya untuk mendukung program vaksinasi massal di seluruh pelosok Tanah Air,” kata mantan Wali Kota Solo itu.
Sebelumnya, sebanyak 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca telah diterima Indonesia pada pengiriman batch pertama vaksin multilateral dari COVAX Facility pada 3 Maret 2021 lalu. Dengan kedatangan batch kedua ini, maka Indonesia telah menerima vaksin AstraZeneca dari COVAX facility sebesar 4,9656 juta dosis vaksin jadi secara gratis.
Jokowi juga mengajak seluruh pihak harus bekerja keras agar tidak terjadi gelombang baru penularan virus Covid-19 di sejumlah negara. Pemerintah mengupayakan ketersediaan vaksin, dan semua tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi sebelumnya menjelaskan jika kedatangan batch kedua vaksin jadi AstraZeneca sebanyak 3,852 juta dosis, Senin (26/4) malam didapat dari jalur multilateral, yaitu dari COVAX Facility.
“Jika kita gabungkan vaksin dari jalur multilateral dan dari jalur bilateral, maka sejauh ini vaksin yang telah tiba di Indonesia adalah berjumlah 67.465.600 dosis,” sambung Menlu.
Menlu menjelaskan bahwa sejak awal pandemi hingga saat ini, pemerintah Indonesia mengupayakan ketersediaan vaksin bagi kebutuhan dalam negeri sambil terus memperjuangkan kesetaraan akses vaksin bagi semua negara.
Dengan alasan tersebut, Indonesia aktif dalam pembahasan isu vaksin dunia dan menjadi salah satu co-chair dalam COVAX AMC (Advance Market Commitment) Engagement Group. Menlu menyampaikan keprihatinan menyaksikan terjadinya gelombang baru di banyak negara dunia serta ditemukannya varian baru di beberapa negara.
“Kita juga melihat kebutuhan dunia akan vaksin semakin meningkat dan di sana-sini kita melihat terjadinya perlambatan pengiriman vaksin di seluruh dunia. Keadaan baru ini mengharuskan pemerintah Indonesia bekerja lebih keras agar ketersediaan vaksin yang aman bagi rakyat Indonesia dapat tercukupi,” jelasnya.
Menlu menyampaikan terima kasih kepada GAVI, WHO, UNICEF, dan CEPI yang telah memberikan kerja sama yang sangat baik sehingga pengiriman vaksin multilateral ini dapat berlanjut di tengah tantangan-tantangan baru yang muncul. Dia berharap pengiriman vaksin multilateral selanjutnya dapat terus dilakukan sesuai dengan rencana. (nani mashita)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.