ZAGREB-KEMPALAN: Pada Senin (5/4) Misi PBB di Bosnia-Herzegovnia mengecam kepolisian Kroasia karena pengusiran dengan kekerasan yang dilakukannya terhadap sekelompok pengungsi yang berusaha menyeberangi perbatasannya untuk masuk ke dalam negara Uni Eropa.
Misi PBB mengatakan bahwa pada 2 April, tim PBB dan LSM bertemu dengan sejumlah 50 pria yang berjalan dekat perbatasan dengan Kroasia di Una-Sana Canton di barat laut Bosnia yang menjadi sasaran kekerasan fisik.
“Orang-orang itu menggambarkan bahwa saat melintasi perbatasan, mereka telah dirampas barang-barangnya, termasuk ponsel dan uang mereka, dan dipukuli dengan tongkat kayu ketika secara paksa dikembalikan ke wilayah Bosnia,” kata misi PBB itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip Kempalan dari Balkan Insight.
Menurut PBB, para pria itu terlihat kelelahan, membutuhkan pakaian dan sepatu, serta mengalami luka di tubuh mereka. Tim medis LSM memberikan bantuan obat mendesak kepada 25 dari mereka.
“Melanggar larangan pengusiran kolektif, penolakan terhadap migran yang keluar dari Bosnia dan Herzegovina telah dilaporkan secara teratur, termasuk keluarga dengan anak-anak,” kata misi PBB tersebut seraya menambahkan bahwa pada tahun 2020, reporter khusus PBB untuk hak asasi manusia pengungsi menyampaikan keprihatinan mengenai “penggunaan kekerasan yang tidak proporsional dan berulang-ulang terhadap para migran dalam operasi pengusiran.”
Misi PBB itu juga mendesak dua negara, Kroasia dan Bosnia untuk menyelidiki insiden yang terjadi pada 2 April itu dan meminta semua pelaku diberi sanksi yang sepatutnya. Bosnia sendiri menghadapi kenaikan jumlah pengungsi karena cuaca yang sedang hangat, meskipun ada pembatasan pandemi, menurut juru bicara kepolisian perbatasan Bosnia, Franka Vican.
Ia menambahkan bahwa kepolisian perbatasan kekurangan sekitar 1.000 orang untuk menjaga perbatasan paling timur dari negara itu dengan Serbia dan Montenegro. Wilayah itulah yang seringkali digunakan pengungsi ilegal untuk menyeberangi Bosnia dalam perjalanan mereka melewati Kroasia untuk masuk Uni Eropa.
Mayoritas pengungsi yang berusaha masuk Uni Eropa ada di Una-Sana Canton dimana ada empat dari enam pusat pengungsian di Bosnia. Organisasi Internasional untuk Migrasi mengatakan pada Sabtu (3/4) bahwa di salah satu dari pusat ini, Miral di dekat kota Velika Kladusa, sekitar 135 pengungsi terinfeksi virus korona. (Balkan Insight, rez)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi