Minggu, 19 April 2026, pukul : 04:42 WIB
Surabaya
--°C

Tim Sapuangin ITS Raih Juara Autonomous Programming SEM Asia 2021

SURABAYAKEMPALAN : Tim Sapuangin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menorehkan prestasi berskala internasional. Yaitu meraih juara kedua pada kompetisi Autonomous Programming Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2021.

Dalam lomba itu, Tim Sapuangin Tim Sapuangin ITS lebih menunjukkan performa dari Divisi Electrical-nya dengan mengembangkan jalur lintasan dan skema mengemudi melalui programming.

Dijelaskan oleh Ketua Divisi (Kadiv) Electrical Tim Sapuangin ITS Muhammad Samsul Arifin, timnya mengembangkan jalur lintasan, persepsi, serta algoritma kontrol untuk kendaraan otonom pada perlombaan ini dengan menggunakan Robot Operating System (ROS) versi Melodic.

Kode yang telah dibuat dari ROS kemudian dijalankan menggunakan Microsoft Airsim pada unrealengine. Samsul menyebutkan, bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa C++ dan Phyton dengan basis sistem operasi Ubuntu Linux 18.04.
Mahasiswa semester delapan

Departemen Teknik Fisika tersebut juga mengaku bahwa karya yang dilombakan ini merupakan karya baru yang belum pernah dibuat Tim Sapuangin sebelumnya. “Tim kami benar-benar memulai dari nol dalam membangun simulasi untuk kompetisi ini,” klaim Samsul, Senin (5/4).

Program tim Sapuangin yang mendapat juara 2

Staff External Relation Tim Sapuangin ITS Rida Ayu Arfianti banyak tantangan yang dihadapi tim. Dia menjelaskan kompetisi SEM Asia 2021 tahun ini dilaksanakan daring akibat pandemi.

Adapun kompetisi ini berlangsung pada bulan Januari hingga Maret 2021. Tantangan lain adalah keputusan lockdown kampus pada saat itu membuat aktivitas serta komunikasi tim terbatas secara daring saja. Tantangan lain, masalah spesifikasi perangkat keras untuk mengikuti kompetisi ini sempat menjadi kendala.

Meski begitu, tim yang dibimbing Ir Witantyo MEngSc dan Dr Ir Atok Setiyawan MEngSc ini akhirnya berhasil menjadi tim dengan jalur lintasan dan konsumsi energi paling efektif kedua, menyisihkan 100 tim dari semua region.
Rida kemudian menjelaskan kategori penilaian pada perlombaan ini.

Dikatakannya, penilaian efisiensi ini dibagi menjadi empat yaitu mengenai waktu dan jarak tempuh, konsumsi energi, serta CPU Usage. Selain efisiensi, dinilai juga mengenai goals yang diperoleh selama simulasi. Poin dari keduanya kemudian diakumulasi untuk menjadi poin akhir. Torehan juara dua ini diumumkan secara daring pada 26 Maret lalu.

“Tim kami memperoleh 41 poin dan akhirnya menduduki juara kedua,” ungkap mahasiswi asal Blitar tersebut. (Nani Mashita)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.