
JAKARTA-KEMPALAN: Duta Besar (dubes) Indonesia di Khartoum, Sudan, Rossalis R. Adenan dilaporkan meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19. Dia diketahui meninggal dunia kemarin.
Dalam sebuah kabar yang beredar di Whatsapp, disebutkan bahwa Rosalis meninggal dunia setelah sebelumnya mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
“Baru dua hari lalu dirawat bersama isteri dan banyak staff KBRI yang terkena. Isteri dan yang lain selamat, Mas Rosalis tidak terselematkan. Semoga almarhum meninggal dalam keadaan khusnul khotimah,” bunyi pesan berantai.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah membenarkan kabar wafatnya Rosalis.
Pria yang kerap disapa Faiza itu mengatakan bahwa Rosalis pertama kali terdeteksi terkena Covid-19 pada tanggal 28 Maret lalu. “Pada 3 April dubes (Rosalis) wafat,” ujarnya.
Rosalis, adalah dubes RI pertama yang meninggal dunia karena Covid-19, yang diketahui sejauh ini.
Sementara itu, sebanyak 27 warga Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY, dinyatakan positif Covid-19 usai sebelumnya sempat menjenguk salah seorang tokoh masyarakat di kediamannya di Kelurahan Jatimulyo, Dlingo.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa menerangkan, serangkaian kasus ini terdeteksi ketika salah seorang tokoh masyarakat di Jatimulyo mengalami sakit. Ia lalu dijenguk sejumlah warga lain yang masih memiliki hubungan keluarga, pertengahan Maret 2021 lalu.
Warga menjenguk di rumah tokoh tersebut dan tidak bertemu langsung dengan yang bersangkutan. “Anggota keluarganya pada nengok ketemu yang menunggu (keluarga pasien),” kata pria yang karib disapa Oki tersebut.
Beberapa hari kemudian, tokoh masyarakat tersebut dirujuk ke rumah sakit dan saat diperiksa lebih lanjut, ternyata pasien terpapar Covid-19 via tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Tak berselang lama, tokoh tersebut meninggal dunia.
Sementara hasil tracing mendapati beberapa anggota keluarga dekat pasien sebagai pemilik riwayat kontak erat. Hasil pemeriksaan setelahnya menyatakan mereka terkonfirmasi Covid-19.
“Ternyata yang menunggu (keluarga dekat pasien) juga akhirnya positif,” lanjut Oki.
Jangkauan tracing pun diperluas hingga ditemukan 13 orang yang terpapar virus Corona. Termasuk keluarga dekat sang tokoh masyarakat dan beberapa yang sempat menjenguk di kediaman almarhum.
Tracing tahap berikutnya kembali menyatakan 14 orang lainnya yang masih memiliki riwayat kontak dengan keluarga dekat almarhum maupun warga penjenguk, positif Covid-19.
“Ini klaster keluarga besar, di mana mereka tinggal menyebar di satu desa. Sehingga penularannya pun menyebar menjadi (total) 28 orang itu,” sebutnya.
Oki menyebut saat ini proses tracing telah usai. Seluruh pasien berada dalam pendataan Puskesmas Dlingo II. Harapannya, masyarakat yang sebenarnya masih memiliki riwayat kontak untuk tidak menutup diri. (sn/cn/ist)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi