BAKU-KEMPALAN: Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev telah menetapkan tahun 2021 sebagai “Tahun Nizami Ganjavi” untuk memperingati 880 tahun penyair dan pemikir ternama dari negara itu pada 5 Januari 2021. Ganjavi sendiri terkenal karena karyanya Layla Majnun yang merupakan roman besar pada masanya, yang di bagian belakang terbitan Javanica menuliskan bahwa kisah tersebut menginspirasi Shakespeare untuk menuliskan Romeo and Juliet.
“Karya sastra kami yang kaya terkenal di seluruh dunia, dan kami patut bangga dengan penyair hebat kami. Atas perintah saya, 2021 dinyatakan sebagai ‘Tahun Nizami.’ Pada 2021, kami akan merayakan ulang tahun ke-880 kelahiran Nizami, dan itu harus dirayakan secara luas baik di Azerbaijan maupun di seluruh dunia. Karya penyair besar Azerbaijan Nizami harus dipromosikan lebih luas di dunia,” kata Presiden Azerbaijan saat bertemu dengan Anar Karimov, menteri yang baru dilantik. Kebudayaan Azerbaijan melalui videolink seperti yang dikutip Kempalan dari China Daily.
Nizami Ganjavi, perwakilan terbesar dari Renaisans Timur, lahir pada tahun 1141 di Ganja, salah satu pusat kebudayaan kuno Azerbaijan dan ibu kota negara Azerbaijan Atabey. Ia merepresentasikan saripati sastra dan filsafat dunia dalam karya-karyanya. Nizami Ganjavi mengabadikan namanya selamanya dalam sejarah seni dengan Khamsa (Lima puisi) – Treasury of Secrets (1175), Khosrow dan Shirin (1180), Leyli dan Majnun (1188), Seven Beauties (1197) dan Iskander-Nameh ( 1203).

Karya-karya itu meletakkan dasar yang kuat untuk mazhab sastra Nizami besar yang terus memberikan pengaruhnya hingga saat ini. Karya-karyanya, dengan inovasi puitis yang unik dan tema universal, telah melampaui batas untuk mempengaruhi sastra negeri yang jauh.
Nizami Ganjavi sendiri tidak hanya diperingati di Azerbaijan. Di Tiongkok ada sebuah monumen Ganjavi di Taman Chaoyang, Beijing dan juga ada patung Nizami Ganjavi yang terletak di St. Petersburg, Rusia.
Melansir dari Trend pada 14 Januari 2021, “Tahun Nizami Ganjavi” akan dirayakan dalam skala besar di dalam Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Dunia Islam (ICESCO), kata Menteri Kebudayaan Azerbaijan, Anar Kerimov dalam pengarahan di Universitas ADA.

“Kesepakatan terkait dicapai dengan Direktur Jenderal ICESCO Salim Al-Malik,” tambah Kerimov. Ia menambahkan bahwa acara-acara tersebut juga akan diadakan di dalam ICESCO pada Tahun Nizami yang diumumkan di Azerbaijan pada tahun 2021. Ia meyakini acara tersebut akan memainkan peran yang luar biasa dalam menginformasikan masyarakat dunia tentang kontribusi Nizami Ganjavi kepada dunia Islam.
Sementara itu, Kedutaan Besar Azerbaijan di Mesir melaksanakan konferensi untuk memperingati penyair besar itu. Konferensi tersebut dihadiri oleh Duta Besar Azerbaijan untuk Mesir Tural Rzayev, ketua Komite Urusan Agama dan Wakaf di Parlemen Osama El-Abd, PhD di Universitas Amerika di Kairo Rasha Ghanem, kepala Departemen Bahasa Oriental Fakultas Seni Kairo Universitas Jalal Al-Hifnawi serta ketua diaspora Azerbaijan di Mesir Seymur Nasirov.
Diadakan juga konferensi daring bertemakan “Nizami Ganjavi 880 Tahun: Kontribusinya Terhadap Warisan Dunia” yang dihadiri oleh Presiden Yayasan Kebudayaan dan Warisan Turki Internasional, Gunay Afandiyeva; Vaira Vike-Freiberga, bekas Presiden Lativia dan Wakil Ketua Nizami Ganjavi International Center; serta mereka yang telah mendedikasikan waktunya untuk mendalami kehidupan dan karya Ganjavi.

Dalam konferensi itu Gunay Afandiyeva juga menekankan peran Nizami dalam sastra Turki awal abad pertengahan, mencatat bahwa karyanya, yang dibedakan oleh keterampilan tinggi, sikap universal terhadap nilai-nilai global, dan pandangan humanistik tentang esensi manusia adalah contoh unik dari budaya dunia Turki. Gunay Afandiyeva menyampaikan bahwa saat ini dalam rangka “Tahun Nizami Ganjavi”, Yayasannya melakukan sejumlah proyek yang berkaitan dengan pemikir besar, mengeksplorasi karya penyair, dan berencana menerbitkan buku-buku penyair jenius.
Nizami Ganjavi International Center, dalam rangka peringatan sang penyair, juga mengadakan konferensi di Chisinau, Moldova yang akan disupervisi oleh Petru Lucinschi, bekas Presiden Moldova dan anggota dari Nizami Ganjavi International Center.
Di dalam negeri, Azerbaijan mengadakan kontes desain karpet yang diumumkan pada 22 Februari 2021. Kontes ini diadakan oleh Yayasan Heydar Aliyev, Kementerian Kebudayaan, dan Museum Karpet Nasional Azerbaijan. Tenggat waktu pengiriman desain karpet itu adalah 15 Mei 2021, dimana pemenangnya akan diumumkan pada 30 Mei 2021 yang akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai. Kontes ini tidak terbatas pada warga negara Azerbaijan saja, jika pemenang adalah warga negara asing, maka Museum akan menanggung biaya perjalanan dan akomodasi untuk menghadiri upacaranya.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan Azerbaijan dan Yayasan kepemudaan juga mengundang para pemuda untuk melakukan kompetisi intelektual bertajuk “Treasury of Secrets” melalui GəncApp yang mendorong mereka yang terlibat untuk mendalami warisan literasi dari Nizami Ganjavi. Tahap pertama dari kompetisi itu akan diadakan pada 17-21 Maret 2021 yang mana para peserta akan diberikan satu pertanyaan melalui aplikasi GəncApp.
Bahkan di Indonesia, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mendapat kunjungan dari Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Jalal Mizayev pada (19/3) yang menawarkan kerjasama berupa pertukaran wartawan antar kedua negara dan penyelenggaraan perayaan 880 tahun Nizami Ganjavi. Sang dubes menyatakan bahwa kisah Layla Majnun sangat terkenal di Indonesia “namun banyak yang tidak tahu, pengarangnya berasal dari Azerbaijan.” Maka dari itu disepakati pelaksanaan lomba penulisan esai mengenai kisah Layla Majnun. (Azertac/China Daily/Trend/Azernews/Humas PWI, rez)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi