Selasa, 12 Mei 2026, pukul : 22:06 WIB
Surabaya
--°C

“Layla Majnun” Punya Tempat Spesial dalam Sastra Azerbaijan

SURABAYA-KEMPALAN: Nizami Ganjavi di Indonesia terkenal dengan karyanya “Layla Majnun”. Tahun 2021 diumumkan oleh Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev sebagai ‘Tahun Nizami Ganjavi’ untuk memperingati 880 tahun sang penyair. Guna mempromosikan berbagai karya Nizami Ganjavi ke seluruh dunia. Berkaitan dengan hal tersebut, Kempalan mendapatkan momen untuk wawancara bersama dengan Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Jalal Mirzayev yang sudah berada di Indonesia sejak 2019.

Ia menyampaikan bahwa pendeklarasian “Tahun Nizami Ganjavi” ialah atas perintah Presiden Azerbaijan karena Pemerintah Azerbaijan selalu memberikan penghargaan terbaik bagi warisan Nizami Ganjavi.

“Anda bisa melihat monumen Nizami Ganjavi di setiap kota di Azerbaijan. Selain itu terdapat beberapa distrik, stasiun metro, dan Museum Sastra yang diberi nama Nizami Ganjavi,” ujarnya kepada Kempalan ketika diwawancarai melalui Zoom Meeting.

Dubes Azerbaijan tersebut mengatakan bahwa ialah Haidar Aliyev, Pemimpin Nasional Azerbaijan adalah orang yang memberikan kontribusi penting untuk menyebarkan warisan sang penyair secara luas di kalangan pemuda Azerbaijan dengan menandatangani dua perintah pada 1979 dan 1981, untuk menerjemahkan karya Nizami Ganjavi dan mendirikan studi yang didedikasikan untuk sang penyair.

Wawancara reporter Kempalan bersama Jalal Mirzayev/istimewa.

Jalal juga menyatakan bahwa Nizami Ganjavi memiliki kontribusi yang sangat besar tidak hanya untuk warisan budaya Azerbaijan, tetapi juga untuk warisan budaya dunia serta memaparkan sejumlah penyair tersohor di wilayah tersebut.

“Setelah Nizami, banyak penyair Azerbaijan klasik dan modern yang terkenal, seperti Imadaddin Nasimi, Mahammad Fuzuli, Izzaddin Hasanoghlu, Samad Vurghun, serta penyair terkenal Uzbekistan Alishir Navai dan penyair Inggris William Shakespare yang terinspirasi dari warisan Nizami yang tak tergantikan. Selain itu, komposer hebat Azerbaijan, yakni Uzeir Hajibekov dan Gara Garayev menulis opera, puisi simfoni, balet untuk karya Nizami,” ujar Jalal ketika menjelaskan tentang pengaruh Ganjavi terhadap kebudayaan modern Azerbaijan dan dunia.

Baginya, penyair tersohor itu mendapatkan tempat spesial dalam kesusastraan Azerbaijan seraya menjelaskan bahwa sudah lama para ahli literatur melakukan penelitian tentang warisan Nizami. Bahkan sekarang, Institut Sastra Akademi Sains Nasional dan Museum Sastra Nasional diberi nama Nizami Ganjavi. Adapun puisi Nizami, terutama mahakaryanya “Khamsa” diajarkan di sekolah menengah dan perguruan tinggi.

“Nizami Ganjavi merupakan salah satu penyair unik yang membentuk baris baru dalam puisi Timur. Oleh karena itu, warisannya perlu disebarkan kepada masyarakat Indonesia. Sebab, hal ini akan berguna bagi penyair muda Indonesia untuk mempelajari puisi Nizami,” tuturnya berkenaan dengan pentingnya Ganjavi untuk diperkenalkan di Indonesia. (reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.