Minggu, 17 Mei 2026, pukul : 21:07 WIB
Surabaya
--°C

Jokowi: 70% Masyarakat Sudah Divaksin, Covid Akan Mental

JAKARTA-KEMPALAN: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau vaksinasi massal di Dermaga Huseka’a Hitu, Kabupaten Maluku Tengah. Ia melihat proses vaksinasi berjalan lancar.

“Pagi hari ini saya melihat proses vaksinasi di sini Alhamdulilah berjalan lancar saya lihat tata kelola manajemennya juga rapi bagus,” katanya melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (25/3).

Jokowi berharap vaksinasi massal seperti ini terus dilakukan sehingga target untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal bisa tercapai.

“Kita harapkan ini terus dilakukan sampai nanti sesuai dengan target yang telah kita berikan,” jelas dia.

Menurut Jokowi, sebanyak 70 persen dari total warga negara Indonesia harus divaksin agar herd immunity bisa terbentuk. Dengan demikian masyarakat bisa terhindar dari virus corona.

“Jadi kalau 70 persen masyarakat Indonesia sudah divaksin, disuntik, nanti akan terjadi kekebalan komunal, artinya apa? Yang namanya covid mau datang bisa mental dan tidak menularkan lagi dari orang ke orang, dari warga ke warga bisa kita hentikan,” pungkasnya.

Sementara itu, sejumlah orang mengaku mengalami efek samping yang lebih berat usai mendapat vaksinasi COVID-19 dosis kedua. Apa penyebanya?

Kristen Choi, seorang peneliti keperawatan dari UCLA, mengaku mengalami sejumlah gejala berat usai divaksin. Salah satunya adalah demam tinggi yang dialaminya usai suntikan dosis kedua vaksin COVID-19.

Ia merasakan demam hingga 40 derajat Celcius setelah mendapat suntikan dosis kedua tahun lalu. Namun, efek samping tersebut tidak berlangsung lama.

“Saya sangat bersyukur bisa divaksinasi dan mendapat perlindungan. Saya ingin kesempatan ini juga bisa didapat oleh orang lain,” ungkapnya dikutip dari LA Times.

Di Amerika, beberapa orang khawatir terkait efek samping vaksin dosis kedua, yang cenderung lebih kuat dibanding dosis pertama.

Efek samping yang dirasakan mirip dengan dosis pertama, yakni rasa sakit di lengan, sakit kepala, dan juga mual. Namun keparahannya yang meningkat.

Meski begitu para ahli mengatakan, munculnya efek samping tersebut menandakan vaksin bekerja memberi perlindungan yang kuat dan tahan lama, sebagai perlindungan terhadap virus Corona.

Bagaimana jika Anda tidak mengalami efek samping di atas? Menurut pakar, itu bukan masalah.

“Jika Anda tidak mengalami efek samping, tidak apa-apa. Tubuh tetap sedang melakukan tugasnya,” ungkap Dr. Grace Lee, pakar penyakit menular pediatrik Standford Children’s Health. (ok/su/ist)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.