LEICESTER-KEMPALAN: Manchester United memiliki tradisi yang luar biasa di Piala FA. Mereka telah 12 kali mengangkat trofi di kompetisi ini.
Namun, kemarin malam (21/3) Setan Merah kembali harus puas hanya capai babak 16 besar dan tersingkir dari perebutan gelar piala FA, gelar yang terakhir kali mereka menangkan di tahun 2016, usai dihajar Leicester City dengan skor 3-1.
Kekalahan tandang melawan Leicester ini, juga membuat United harus mengucapkan selamat tinggal pada salah satu dari dua peluang mereka yang tersisa untuk meraih gelar musim ini.
Satu-satunya peluang United yang tersisa untuk meraih gelar adalah hanya pada Piala Europa, di mana mereka telah lolos hingga ke babak delapan besar.
Tentu United juga masih memiliki peluang di Liga Premier, namun akan sangat sulit untuk melihat Man City, yang sedang sangat konsisten, kalah di empat dari delapan pertandingan yang tersisa.
Kekalahan malam itu juga telah menghentikan rekor tak terkalahkan Setan Merah di pertandingan tandang
Itu merupakan kekalahan tandang pertama United di Liga Premier dalam 14 bulan, yang juga memutuskan rentetan 29 pertandingan tak terkalahkan United di kandang lawan.
Untuk Leicester, kemenangan ini merupakan capaian yang luar biasa mengingat ini merupakan kemenangan kedua The Fox atas United dalam 26 pertemuan yang berlangsung selama 23 tahun terakhir.
Banyak pihak yang menyoroti kurangnya pilihan pemain yang menjadi alasan kekalahan United pada malam itu.
Kurangnya kedalaman skuad diluar starting XI membuat Ole kusulitan untuk melakukan rotasi.
Ole tampaknya terpaksa harus merotasi barisan pemainnya yang kelelahan usai perjalanan jauh ke Italia, di mana mereka sukses menekuk AC Milan dengan skor 1-0 di San Siro.
Ole memilih untuk memainkan Paul Pogba, Donny van de Beek, Alex Telles, Nemanja Matic, dan Anthony Martial untuk menggantikan Fernandes, Luke Shaw, Scott McTominay, Daniel James, dan Marcus Rashford
Rotasi tersebut dinilai merupakan kesalahan fatal karena faktanya hanya ketika Ole memasukkan para pemain kuncinya, seperti Bruno Fernandes, Scott McTominay, Luke Shaw, dan Edinson Cavani di menit-menit akhir, United akhirnya baru bisa mendominasi jalannya pertandingan.
Namun, pergantian itu dinilai sudah terlambat karena mengejar ketertinggalan dua gol dari Leicester di sisa 25 menit akhir pertandingan bukunlah perkara yang mudah.
Edwin Fatahuddin – Mirror UK

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi