SURABAYA-KEMPALAN: Kegiatan bridge di Jawa Timur tidak surut meski pun di masa pandemi ini. Pada bulan Januari Gabungan Bridge Seluruh Indonesia Pengurus Provinsi Jawa Timur (Gabsi Jatim) menyelenggarakan turnamen amal bertajuk “Turnamen Bridge Online Peduli Korban Bencana Alam” untuk penggalangan dana bagi korban banjir di Jawa Timur. Bulan Februari Gabsi Jatim menyelenggarakan pelatihan bagi atlet-atlet bridge yunior. Maret ini Gabsi Jatim menggelar Turnamen Bridge Online (TBO) Swiss Pairs KU 21 khusus untuk atlet-atlet bridge Jatim pada kategori kelompok usia 21 tahun.

Suharto Sekretaris Umum Gabsi Jatim mengatakan turnamen ini digelar sebagai ajang latih tanding bagi atlet bridge Kabupaten/Kota di Jatim yang akan dipersiapkan menuju ajang Porprov VII mendatang. “Bridge adalah salah satu cabor yang dipertandingkan pada Porprov Jatim. Pada Porprov Jatim II tahun 2009 di Malang cabor bridge sudah masuk. Dilanjutkan pada Porprov berikutnya di Kabupaten Kediri, Magetan, Banyuwangi, dan Gresik. Sekitar 24 kabupaten/kota yang mengikuti cabor bridge pada Porprov Jatim. Diharapkan atlet-atlet memanfaatkan turnamen Swiss Pairs KU 21 tersebut”, ujar Suharto Rabu 17 Maret 2021.
TBO Swiss Pairs KU 21 akan digelar pada tanggal 20 dan 21 Maret 2021 secara online. Sampai hari ini, rabu 17 Maret 2021, sudah terdaftar 63 pasang dari pelbagai kabupaten/kota serta mahasiswa ITS dan Unair. Peserta terbanyak dari Pamekasan 8 pasang kemudian Banyuwangi 7 pasang. Sedangkan Lumajang yang rencananya menjadi tempat penyelenggaraan cabor Bridge porprov VII 2022 mengikutsertakan 4 pasang.

Banyuwangi memasang target yang tinggi pada turnamen ini. H Nurrohim, pembina bridge Banyuwangi, mengatakan bahwa mengikuti turnamen merupakan hal penting, terutama pada situasi pandemic yang menyebabkan aktivitas olah raga bisa terhenti. “Adanya Turnamen Bridge Online dapat memutus kemandegan kegiatan ini. Banyuwangi akan memanfaatkannya sebagai barometer untuk mengetahui pada posisi anak anak asuh kita pada kelompok nomor yang akan dipertandingkan tersebut. Tentu sekaligus berjuang untuk memenangkan turnamen,” ujar Nurrohim.
Sedangkan Lumajang mengikuti TBO Swiss Pairs KU 21 ini dengan tujuan mengasah kemampuan atlet guna persiapan Porprov 2022. “Sebagai tuan rumah cabor bridge pada Porprov Jatim mendatang, Lumajang tentunya perlu menyiapkan atlet-atletnya. Tahun lalu kami selalu ikut serta pada turnamen-turnamen baik di tingkat provinsi mau pun nasional. Persiapan akan kami gencarkan pada tahun ini. Februari kemarin 6 atlet bridge Lumajang dilatih oleh Anang Fahmi dari Gabsi Jatim. Sedangkan, Maret ini Lumajang menyertakan 4 pasang pemain mengkituti TBO KU 21. Target kami masuk 3 besar”, kata Dafin Apriyudi Pelatih Bridge KU 21 Lumajang. (Gabsi Jatim for Kempalan.com)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi