MINSK-KEMPALAN: Presiden sekaligus diktator Belarusia Lukashenka yang telah berkuasa semenjak 1994 mengatakan bahwa negaranya akan mendaftar kembali ke kontes Eurovision.
Sebelumnya, lagu dari Galasy ZMesta yang berjudul I’ll Teach You ditolak oleh Eurovision karena dianggap terlalu politis dan terlalu mengagung-agungkan Lukashenka seperti,
I’ll teach you how to dance to the tune
I’ll teach you to take the bait
I’ll teach you to walk the line
Pelaksana Eurovision menolak untuk memasukkan Belarusia pada Kamis (11/3) dan mengancam akan mendiskualifikasinya jika tidak mengajukan musik lainnya atau versi lain dari musik itu. Ialah BTRC, Komisi Penyiaran Belarusia yang memilih Galasy ZMesta untuk mewakili negara tetangga Rusia itu.
Uni Penyiaran Eropa (European Broadcasting Union/EBU) mengutarakan bahwa musik itu akan membahayakan “sifat non-politis” dari kontes Eurovision.
Lukashenka yang menghadapi perlawanan dari segala sisi, termasuk tidak diakui sebagai Presiden Belarusia oleh Uni Eropa menyampaikan bahwa dirinya sedang diserang di segala sisi, “termasuk di dalam Eurovision.”
“Kita akan membuat musik yang lain,” ujarnya menurut bagian urusan pers dari kantor kepresidenan Belarusia yang dikutip Kempalan dari Radio Free Europe/Radio Liberty pada Sabtu, (14/3).
Adapun grup band itu mengecam gerakan pro-demokrasi yang ada di Belarusia, menyampaikan melalui situsnya bahwa mereka tidak bisa “abai” terhadap “pertarungan politik yang berusaha merusak negara yang kami cintai sekaligus menjadi tempat tinggal kami.” Mereka mendukung Lukashenka dan secara terbuka menyesalkan pembubaran Uni Soviet.
Belarusia sendiri sedang menghadapi krisis politik berkelanjutan semenjak pemilu 2020 dimana pihak oposisi maupun petahana sama-sama mengklaim kemenangan. Namun Lukashenka menggunakan cara yang keras untuk menyelesaikan krisis politik negaranya dengan menangkap oposisi. (RFE/RL, Reza Maulana Hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi