NGANJUK – KEMPALAN: PSHW (Hizbul Wathan) Nganjuk kalah 0-10 dari tim tamu Gratifa (Garuda Timur Football Academy) U-17 yang juga membawa bendera PSHW Jawa Timur yang dipimpin pelatih Hanafing.
Pelatih Gratifa Hanafing yang juga direktur teknik PSHW Liga 2 menilai masih banyak yang harus dievaluasi dari tim di bawah naungan Pemuda Muhammadiyah Nganjuk itu.
Uji coba ini dilakukan dalam rentetan friendly match tour pra-musim di Stadion Anjuk Ladang Nganjuk , Sabtu (13/3) sore WIB. Hasil itu menunjukkan bahwa Laskar Matahari Nganjuk harus banyak berbenah dalam berlatih karena masih banyak kekurangan, salah satunya fasilitas tempat berlatih.
Kekalahan besar tersebut tak sepenuhnya membuat kecewa. Ketua PSHW Nganjuk Amar menilai permainan timnya masih bisa dikembangkan terutama soal kesiapan fisik nya. “Ya memang fisik harus di atas rata-rata , skil mengikuti, masih awal, lebih semangat,”
kata Amar ketua PSHW Nganjuk yang juga manager Lazismu mengomentari hasil pertandingan.

Coach Hanafing yang juga instruktur di Persebaya Surabaya memberikan banyak masukan usai pertandingan.” Sekadar main bola karena bakat, organisasi permainan belum ada. Makanya kenapa mereka mudah dikalahkan, ya karena organisasinya belum ada,” katanya.
Selain itu, tambah Hanafing, cara bertahannya bagaimana dan cara menyerangnya bagaimana, juga belum terlihat. “Tapi bakat. Ini kan yang banyak terjadi di Indonesia mereka punya bakat tapi tidak dilatih dengan betul, organisasi game terutama three moment ( 3 momen) bagaimana bertahan menyerang dan transisi belum dipahami,” kata legenda Niac Mitra ini.
Dia usul sebaiknya diagendakan coaching clinic di tiap daerah yang ada PSHW-nya agar nanti stok akar rumput pemain sudah siap dari daerah. “Tidak asal transfer pemain saja, lebih baik manfaatkan pemain lokal,” katanya.

Ia mengatakan siap hadir dalam kegiatan dakwah lewat olahraga kebanggaan persyarikatan Muhammadiyah dan berharap Muhammadiyah Jatim bisa menyelenggarakan kompetisi internal PSHW Jatim.
Sementara itu, Aris Nasution
Kepala MTs Aisyiyah 1 Nganjuk ikut mengawal pertandingan dari awal hingga akhir dan berperan bak coach sambil sesekali berteriak dari pinggir lapangan menyemangati pemain yang minim pengalaman dan kurang koordinasi antara pemain. “Maklum saja karena pemain comotan dari pelbagai SSB dengan tenaga terkuras karena pagi hari juga sudah berlaga mendukung klubnya,” kata Aris.
Setelah pertandingan PSHW Jatim bertolak menuju Surabaya setelah sempat menikmati kuliner khas Nganjuk.
Kemana lagi coach ?
Tanya kami saat hampir tiba maghrib, beliau bergegas ingin pulang sambil ingin mampir menikmati kuliner Nganjuk yang terkenal itu. (luqman nurudin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi