YEREVAN-KEMPALAN: Armen Sarkisian selaku Presiden Armenia bertemu dengan perdana menterinya, Nikol Pashinian di ibukota Armenia, Yerevan pada Sabtu (13/3) sebagai upaya sang presiden untuk mengakhiri krisis politik di Armenia.
Kantor Presiden menyampaikan bahwa keduanya membahas “situasi di negara itu (dan) cara menyelesaikan dan menanggulangi krisis politik dalam negeri.”
“Dalam konteks ini, mereka mengulas pelaksanaan pemilu parlemen yang lebih awal sebagai solusi (permasalah politik Armenia),” ujar Kantor Kepresidenan seperti yang dikutip Kempalan dadi Radio Free Europe/Radio Liberty. Pertemuan ini atas permintaan Sarkisian.
Dalam pernyataan yang disebarkan pada Jumat (12/3) kantor kepresidenan mengundang kedua kubu yang berseteru antara pendukung dan kritikus perdana menteri dalam pembicaraan tersebut. Beberapa partai seperti BHK dan Homeland Salvation Movement dan partai lainnya meminta pengunduran diri Pashanian serta mengajukan agenda mereka sendiri dan memberikan prasyarat untuk pertemuan itu.
Kantor Kepresidenan menyampaikan bahwa hal itu membuat pertemuan antara kedua belah pihak tidak memungkinkan.
Ketika Pashanian berkunjung ke Kantor Kepresidenan dengan pengawalan ketat para pendukung Homeland Salvation Movement melakukan protes di tempat yang sama. Para demonstran tetap bersikukuh Pashinian agar mengundurkan diri dan dibentuk pemerintahan darurat di bawah pimpinannya, Vazgen Manukian dibentuk sebelum pemilu awal.
Ishkhan Saghatelian, salah satu pimpinan demonstran mengatakan agar terlaksana pemilu awal maka Pashanian harus mengundurkan diri lalu parlemen dibubarkan dan baru bisa pemilu diadakan.
Pemimpin BHK, Gagik Tsarukian pada Jumat (12/3) mengumumkan bahwa akan ada pertemuan dengan sang perdana menteri Armenia.
Ia menyampaikan permintaan yang sama dengan Saghatelian akan pengunduran diri Pashanian dan mengadakan pemilu awal secepat mungkin untuk mengakhiri krisis politik Armenia. Krisis politik di Armenia berlanjut bahkan setelah usai peperangan antara negara tersebut dengan tetangganya, Azerbaijan. Sementara Azerbaijan mulai bekerja sama dengan Turki untuk membangun kembali perekonomiannya, Armenia jatuh dalam konflik internal.
Konflik internal ini terpecah antara dua kubu: mereka yang ingin Pashanian mengundurkan diri dan para pendukung Pashanian. Permasalahan ini bahkan melibatkan ketentaraan, dimana Kepala Staaf Ketentaraan Armenia, Onik Gasparyan, juga meminta agar Pashanian mengundurkan diri dari posisinya sebagai perdana menteri, permintaan yang ditanggapi dengan usaha Pashanian untuk memecat Onik. Upaya Pashanian ini pada gilirannya dikritik dan ditolak oleh Sarkisian yang menyebut tindakan itu “inkonstitusional.” (RFE/RL, rez)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi