Kamis, 12 Februari 2026, pukul : 10:33 WIB
Surabaya
--°C

Gojek dan Tokopedia Merger, Langkah Tepat atau Sesat?

KEMPALAN: Startup kenamaan asal Indonesia, Gojek dan Tokopedia dikabarkan akan melakukan merger. Merger dapat dipahami sebagai proses difusi antara dua perusahaan atau lebih. Hal ini sebenarnya sangat lumrah terjadi dalam dunia bisnis. Namun apalah skema merger langkah yang tepat bagi kedua perusahaan ini, atau malah menjadi blunder yang sesat bagi dunia bisnis.

Beberapa analis bisnis, melihat bahwa kabar merger yang berhembus ke permukaan merupakan indikasi dari langkah kritis untuk memperkokoh posisi Tokopedia dengan kompetitornya, Shopee. Tokopedia tergeser dari posisi atas dalam pasar jual-beli online di Indonesia, dimana posisinya direbut oleh Shopee pada Q4 2019 lalu. Kondisi seperti ini yang menjadi alasan rasional Gojek dan Tokopedia melakukan merger.

Di tahun sebelumnya, kabar yang terdengar adalah mengenai isu merger antara Gojek dan Grab. Namun di tahun 2021, kedua perusahaan yang bergerak di bidang trasportasi dan jasa ini dilaporkan tidak menemukan adanya konsensus dalam memanifestasikan merger.

Kabar merger antara Gojek dan Tokopedia sebenarnya sudah terdengar sejak tahun 2018 lalu. Kondisi dari kesepakatan antara dua startup unicorn ini dikabarkan telah menandatangani klausul kesepakatan Condition Sales and Purchase Agreement (CSPA) yang dibutuhkan sebelum merger. Namun kabar ini masih belum dikonfirmasi oleh kedua pihak.

Bhima Yudhistira, pengamat eknonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), membaca peta persaingan bisnis ecommerce maupun ride hailing tak akan berubah jika Gojek merger dengan Tokopedia.

Menurut kacamata Bhima Yudhistira, Tokopedia tetap akan menjadi competitor kuat Shopee dan Lazada di ranah e-Commerce. Sementara itu, Gojek juga akan tetap bersaing dengan Grab di ranah hide hailing dan fodd delivery. Begitu juga dengan Gopay yang akan berkompetitor dengan ShopeePay, OVO, dan LinkAja di ranah transaksi digital.

“Sepertinya entitas baru ini akan mengejar sejumlah kelinci pada saat yang bersamaan, dan hal itu bukan posisi yang ideal, apalagi mengingat Tokopedia, Gojek, dan GoPay belum menjadi pemimpim pasar industrinya masing-masing,” ujar Bhima Yudhistira.

Dewasa ini, nilai valuasi Gojek ada di angka 10,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 146,1 triliun. Sedangkan startup Tokopedia memiliki valuasi sektira 7,5 miliar dollar AS atau sekitar 104,4 triliun.

Konstelasi ekonomi di era pandemi yang sedang berlangsung, memungkinkan menghadirkan tantangan besar bagi entitas hasil merger untuk memperoleh keutungan dalam jangka pendek hingga menengah. Ketika benar-benar terjadi merger, Gojek dan Tokopedia akan memasuki pasar yang lebih besar dan kompetitif lagi. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.