Jokowi Persilakan Teknologi dari Perusahaan Asing Masuk Indonesia

waktu baca 2 menit

JAKARTA-KEMPALAN: Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia, melihat bahwa teknologi dalam negeri masih belum kuat secara kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu, keadaan yang problematis membuat Joko Widodo mempersilakan teknologi dari perusahaan luar negeri untuk masuk ke Indonesia.

“Silakan teknologinya diambil dari perusahaan luar, juga enggak apa-apa kok. Tapi produksinya di dalam negeri,” Ucap Joko Widodo dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Nasional HIPMI, Jumat (5/3).

Di lain sisi, Joko Widodo juga menghimbau adanya transfer teknologi untuk meningkatkan kemampuan dari kualitas sumber daya manusia masyarakat Indonesia agar dapat naik kelas. Hal ini juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk masyarakat.

Joko Widodo juga mengatakan bahwa Indonesia selalu mengundang investasi dan teknologi visioner dari luar negeri untuk masuk ke Indonesia serta membangun pabrik di Indonesia. “Silakan pasarnya untuk ekspor. Pasarnya dalam negeri juga silakan. Sehingga kita ini maju secara bersama-sama. Jangan dapat untung kita jadi penonton,” Ujar Joko Widodo.

Perusahaan luar negeri yang masuk ke Indonesia akan diintergrasikan serta dikolaborasikan dengan perusahaan lingkup swasta, pengusaha daerah, dan BUMN. Hal ini akan berbanding lurus dengan framing Indonesia yang tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar negeri.

Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesa tidak proteksionis. Dalam artian, Joko Widodo ingin pengusaha Indonesia mampu bersaing secara kompetitif di pasar global dalam konteks yang relevan dan sengit.

“Ada hyper kompetisi dan saat ini dunia dilanda distrupsi, bahkan ada double distrupsi. Yaitu revolusi industri jilid keempat dan pandemi yang mengubah banyak hal,” kata Joko Widodo.

Tempo hari, Joko Widodo sempat mengucapkan slogan yang cukup kontroversial, yaitu benci produk asing. Jokowi mengatakan Kementerian Perdagangan meski memiliki kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengembangkan pasar produk nasional. Salah satunya dengan program bangga buatan Indonesia.

Joko Widodo mengharapkan masyarakat dapat lebih mencintai produk Indonesia dibandingkan produk impor. Melihat secara jumlah penduduk, Indonesia memiliki 270 juta jiwa dan seyogianya dapat menjadi konsumen yang paling loyal terhadap produk dalam negeri. (rafi aufa mawardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *