Rabu, 11 Februari 2026, pukul : 01:35 WIB
Surabaya
--°C

10 Juta Vaksin Lagi Datang, 3 Maret 2021 Covid-19 Naik 6.808 Kasus

JAKARTA-KEMPALAN: Kasus positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah. Tercatat pada 3 Maret 2021 bertambah 6.808 kasus. Sehingga akumulasi positif Covid-19 saat ini lebih dari 1,3 juta kasus atau sebanyak 1.353.834 kasus.

Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 36.721 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat bertambah 9.053 orang. Sehingga total sebanyak 1.169.916 orang sembuh.

Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 203 orang. Sehingga meninggal menjadi 36.721 orang.

Jumlah suspek Covid-19 kini sebanyak 69.631 orang. Dan kasus aktif sebanyak 147.197 orang. Saat ini kasus Covid-19 tersebar di 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi.

Satgas Covid-19 (Covid-19.go.id) juga memperbarui data perkembangan vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Mengutip laman resmi Satgas Covid-19, angka vaksinasi Covid-19 ke-1 di Indonesia bertambah 214.955. Dengan penambahan itu, total jumlah vaksinasi Covid-19 ke-1 mencapai 1.935.478 orang.

Pemerintah Indonesia memasang target total vaksinasi Covid-19 sebanyak 181.554.565.

Jika dibandingkan dengan total sasaran Covid-19 tersebut, selama 42 hari sejak vaksinasi pertama (13 Januari 2021) hingga 3 Maret 2021, vaksinasi Covid-19 ke-1 baru mencapai 1,07%. Begitu pula, vaksinasi Covid-19 dosis ke-2 di Indonesia terbilang masih minim 0,58%.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono, SpPD-KEMD, PhD menerima secara langsung kedatangan Vaksin COVID-19 tahap kelima dari Sinovac yang berjumlah 10 juta vaksin dalam bentuk bulk atau bahan baku.

Vaksin dalam lima envirotrainer ini dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia GA891 dan tiba di Cengkareng pukul 12:30 WIB, kemudian vaksin ini akan dibawa dengan 2 unit truk ke Bio Farma di Bandung.

Dante menyebutkan bahwa 10 juta dosis vaksin COVID-19 selanjutnya akan diproduksi oleh PT Bio Farma dan diperkirakan menghasilkan 8 juta dosis vaksin jadi, yang diperuntukkan bagi petugas layanan publik dan masyarakat lanjut usia (lansia).

Tercatat dengan kehadiran 10 juta vaksin ini, maka total vaksin dari Sinovac yang telah diterima menjadi 38 juta vaksin.

“10 juta vaksin yang datang hari ini akan kita pergunakan untuk program vaksinasi pemerintah tahap kedua untuk petugas layanan publik dan kelompok masyarakat lanjut usia 60 tahun ke atas” jelas dr. Dante saat memberikan keterangan pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Kedatangan vaksin ini menjadi berita baik untuk seluruh masyarakat Indonesia. dr. Dante berharap, datangnya vaksin ini mampu mempercepat proses vaksinasi COVID-19 di Tanah Air.

“Mudah-mudahan segala upaya yang kita lakukan, didukung oleh seluruh elemen masyarakat, dapat mempercepat program vaksinasi dan segera membawa kita keluar dari pandemi ini” ujar dr. Dante.

Ke depan pemerintah masih akan terus menerima vaksin dari Sinovac hingga jumlahnya mencapai 185 juta dosis.

Selain dari Sinovac, dr. Dante menyebut bahwa pemerintah sudah mengamankan 3 vaksin lain dari negara produsennya, yaitu : AstraZeneca dari Inggris, Pfizer dari Jerman-Amerika, dan Novavax Amerika. Keempat vaksin ini akan dipergunakan untuk program vaksinasi pemerintah.

“Kesemua vaksin tersebut akan memenuhi kebutuhan vaksinasi seluruh masyarakat Indonesia sebanyak 186 juta penduduk Indonesia,” pungkasnya.

Menutup kunjungannya, dr. Dante menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, baik yang sudah maupun belum divaksinasi, karena protokol kesehatan ini akan melindungi kita dan orang sekitar dari penularan COVID-19.

Mahasiswa Masuk Prioritas?

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyarankan kepada Kementerian Kesehatan agar mahasiswa menjadi prioritas vaksinasi Covid-19.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginginkan sekolah belajar tatap muka pada Juli 2021 atau setelah vaksinasi untuk guru, dosen dan tenaga kependidikan rampung. Kemendikbud pun sedang mengkaji opsi pembukaan kampus setelah vaksinasi.

Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono mengatakan masukan tersebut mulanya datang dari epidemiolog dalam rapat bersama Kemenko PMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri beberapa waktu lalu.

Namun, Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan mahasiswa belum masuk prioritas vaksinasi. Ia mengatakan dengan singkat mahasiswa termasuk kelompok masyarakat umum.

Berdasarkan rencana yang dipetakan Kementerian Kesehatan, vaksinasi untuk masyarakat rentan dan masyarakat lainnya akan dilakukan April 2021-Maret 2022. (kementerian kesehatan/cn/ok/ist)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.